17 February 2021, 15:22 WIB

Gus Ami Ingatkan Kader Perempuan Advokasi Masyarakat Rentan


mediandonesia.com | Politik dan Hukum

PEREMPUAN Bangsa, organisasi sayap perempuan Partai Kebangkitan Bangsa mulai melakukan penjaringan Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) Perempuan untuk Pemilu 2024 mendatang. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB), Abdul Muhaimin Iskandar (Ami) mengingatkan kader Perempuan Bangsa untuk melakukan advokasi terhadap masyarakat rentan.

“Tugas kader agar dapat bermanfaat untuk masyarakat, lakukan advokasi. Pembelaan terhadap masyarakat rentan seperti Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Tenaga Kerja Wanita (TKW), maupun masyarakat yang sedang mendapat masalah atau musibah,” papar Gus Ami, dalam Konsolidasi Nasional Perempuan Bangsa Se-Indonesia yang berlangsung secara hybrid (online dan offline), di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, dalam suasana yang sulit, PKB masih terus berjuang dan memperoleh kepercayaan dan  tanggungjawab kepemimpinan di berbagai level. “Saya malihat pekerjaan besar dan berat saat ini, tapi paling urgent adalah meningkatkan kesejahteraan seacara ekonomi. Ini tantangan serius yang harus dilakukan, apalagi dalam situasi pandemi seperti saat ini,” ujar Wakil Ketua DPR ini.

Perekonomian yang efektif dan kuat, lanjutnya, adalah bottom up mengakar dari bawah mendorong ke atas. Namun, perekonomian juga yang menjadi penyebab dari meningkatnya angka kemiskinan yang kemudian berdampak pada menurunnya soliditas dan solidaritas masyarakat sehingga mudah diadu domba, serta naiknya angka kriminalitas.

"Lakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat, Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM). Jadikan hal ini sebagai trend hingga ke seluruh Indonesia, jadikan tradisi dan project nasional Perempuan Bangsa," ujar Cak Imin yang juga Wakil Ketua DPR.

Dalam proses penjaringan Bacaleg Perempuan PKB ini, Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Siti Mukaromah menjelaskan bahwa pemenuhan kuota perempuan 30% oleh PKB sudah tidak diragukan lagi. Namun, pekerjaan yang segera harus dilakukan agar kuantitas tersebut dibarengi dengan kualitas kader-kader perempuan yang nantinya akan menduduki kursi legislatif.

“Kaderisasi dan restrukturisasi yang dilakukan untuk memaksimalkan kader dalam menjaring kader baru. Tujuan strategisnya tidak lain adalah agar pergerakan politik perempuan di PKB dapat bergulir dalam satu visi dan misi yang sama dari Pusat, Wilayah, Cabang, Anak Cabang hingga Ranting, dan terkoordinasi dengan rapi dan kompak dari Ranting, Anak Cabang, Cabang, Wilayah, hingga Pusat,” paparnya.

Selain itu, dalam Konsolidasi Perempuan Bangsa Se-Indonesia Perempuan Bangsa juga akan menyusun agenda konsolidasi secara masif dalam kerja-kerja nyata untuk hadir  lebih dekat ditengah masyarakat di seluruh  komunitas. Dalam meningkatkan sensitifas sosial. (Ant/OL-13)

BERITA TERKAIT