13 February 2021, 13:50 WIB

Istana: Pemerintah tidak Antikritik


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

TENAGA Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian menegaskan bahwa pemerintah tidak antikritik. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat tidak khawatir atau takut untuk melontarkan kritik kepada pemerintah.

"Masyarakat tidak perlu khawatir. Selama kritik itu berbasis data, fakta, argumentasi yang kuat pasti akan diterima dan menjadi bahan evaluasi," ujar Donny kepada Media Indonesia, Sabtu (13/2).

Salah satu contoh kritik yang menjadi modal perbaikan kebijakan terkait distribusi bantuan sosial (bansos). Donny mengungkapkan ada beberapa pihak yang menyodorkan data dan fakta bahwa bansos tidak tepat sasaran.

"Ada yang melaporkan bahwa warga yang sudah meninggal tetap dapat bansos, warga yang sudah pindah domisili dapat bansos. Kritik-kritik itu ditindaklanjuti dengan perbaikan. Jadi kritik itu diperlukan," jelas dia.

Bila dalam praktiknya di lapangan ada pihak-pihak tertentu yang kemudian melaporkan para kritikus kepada pihak kepolisian, Donny mengatakan hal tersebut tidak perlu dirisaukan. Selama data dan fakta yang dipegang para pemberi kritik itu kuat dan bisa dipertanggungjawabkan, laporan, atau aduan pasti akan menguap begitu saja dan tidak akan berujung pada pemidanaan.

Donny juga memastikan bahwa pemerintah tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang kerap melaporkan para kritikus kepada aparat kepolisian. (OL-14)

BERITA TERKAIT