07 February 2021, 16:28 WIB

Propam Polri Turut Pantau Tewasnya Herman Setelah Ditangkap Polisi


 Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum

KEPALA Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan Polda Kalimantan Timur telah menangani meninggalnya Herman seusai ditangkap oleh Polresta Balikpapan.

Ia mengatakan kasus tersebut juga sudah dipantau oleh Divisi Profesi dan Pengamanan Polri untuk mengecek apakah ada penyimpangan yang dilakukan oleh petugas.

"Masalah itu sudah ditangani oleh Polda Kaltim, dan tentunya Div Propam Polri akan memantau penanganannya," kata Rusdi, ketika dihubungi, Minggu (7/2).

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Ade Yaya Suryana mengatakan enam polisi telah diperiksa. Ia mengatakan proses pemeriksaannya masih berlangsung dan berharap segera mengetahui penyebab meninggalnya Herman.

"Proses Propam sedang berlangsung. Setidaknya enam anggota Polresta Balikpapan sudah dilakukan pemeriksaan," kata Ade.

Sebelumnya, Lembaga Bantuan Hukum Samarinda menyebut Herman yang berada di kediamannya di Balikpapan Utara didatangi orang berpakaian sipil pada Rabu, 2 Desember 2020. Herman dibawa dalam keadaan telanjang dada dan mengenakan celana pendek berwarna hitam. Keluarga korban lalu mencari keberadaan Herman dan mendapatinya di Polresta Balikpapan. Petugas menangkap Herman karena diduga melakukan pencurian ponsel.

Salah satu Tim Advokasi LBH Samarinda, Fathul Huda Wiyashadi, mengatakan pada Kamis, 3 Desember 2020, sekitar pukul 22.00 WITA, pihak keluarga korban mendapatkan informasi bahwa korban telah tewas.

Ia mengatakan menurut informasi awal dari anggota Polresta Balikpapan, sesaat setelah kabar tewasnya korban, bahwa korban buang air dan muntah-muntah setelah diberi makan, dan meninggal ketika dibawa ke rumah sakit.

"Ketika keluarga ingin melihat jasad korban, salah satu personel polisi menjelaskan bahwa korban tidak ada di Polres, karena jasadnya telah dibawa ke rumah sakit," kata Fathul.

Ia mengatakan ketika keluarga ingin ke rumah sakit, anggota polisi yang lain seakan mencoba menghalang-halangi dengan mengatakan tidak ada dokter yang berjaga di rumah sakit karena sudah tengah malam.

Kemudian pada Jumat, 4 Desember 2020, sekitar pukul 08.30 WITA jasad korban tiba di rumahnya yang diantar oleh personil Polresta Balikpapan.

"Pihak keluarga kemudian memutuskan untuk membuka kafan pembungkus jasad korban, dan ditemukan luka sayatan di hampir seluruh tubuh korban dengan darah segar yang masih mengalir, serta lebam dan luka lecet di bagian punggung korban," ungkapnya.

Fathul meminta Polda Kaltim untuk mengusut tuntas kasus tewasnya Herman dengan transparan. Ia meminta jika ada anggota kepolisian terlibat dalam tewasnya korban, pihaknya meminta pemberhentian secara tidak hormat.

Selain itu, ia meminta tidak teror, intimidasi, maupun pengancaman terhadap keluarga korban, serta seluruh pihak yang terlibat dalam upayapengungkapan kejahatan ini. (Faj/OL-09)

BERITA TERKAIT