04 February 2021, 02:00 WIB

Serangan Siber Melonjak Hampir Tiga Kali Lipat


Sri Utami | Politik dan Hukum

SERANGAN siber sepanjang 2020 sebanyak 495 juta. Jumlah serangan siber yang bersifat teknis tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.

"Itu karena memang penggunaan ruang siber berbanding lurus dengan pertumbuhan ancaman. Jadi semakin banyak. Sampai saat ini dan ke depan penggunaan ruang siber semakin besar terutama saat pandemi. Sampai saat ini bagaimana negara mengamankannya yakni dengan UU ITE, PP Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik," jelas Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian, Rabu (3/1).

Dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR di Senayan Jakarta, Hinsa menerangkan secara umum serangan di ruang siber ada dua jenis yakni bersifat teknikal yang secara sistem akan merusak sistem elektronik dan serangan yang bersifat sosial yang langsung berpengaruh terhadap manusia emosional, motivasi, dan sikap.

"Alat utamanya informasi yang direkayasa. Seperti informasi (serangan) kelompok OPM membuat berita dan informasi yang membentuk opini untuk tujuan mereka terhadap Papua terwujud. Serangan bersifat sosial sangat berbahaya," terangnya.  

Selama ini BSSN mampu menangkal serangam siber tersebut sebelum menjadi insiden. Hal tersebut dapat dilihat dari ratusan juta serangan siber hanya sekitar 9.000 serangan yang menjadi insiden daan langsung ditindaklanjuti hingga ke ranah pidana.

"Kerja sama kami dengan Polri dan Kemenkominfo sangat erat dan saling memberi informasi. Di Kominfo juga dibentuk satgas dan soal hoaks masih ditangani oleh Kemenkominfo." (OL-14)

BERITA TERKAIT