22 January 2021, 20:59 WIB

Kasus Asabri, Kejagung Fokus Pengamanan Aset


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

PENYIDIK Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus berkonsentrasi untuk mengamankan aset dalam dugaan kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (persero). 

Menurut Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Ardiansyah, pihaknya bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih menghitung kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus tersebut.

"Penyidik konsentrasi ke pengembalian. Seperti Jiwasraya lah, bagaimana aset-aset ini yang sedang didata dan diupayakan untuk segera bisa diamankan terlebih dahulu," kata Febrie di Gedung Bundar Kejagung, Jumat (22/1)

Febrie menjelaskan, pengamanan yang dimaksudnya berupa penyitaan maupun pemblokiran. Kendati demikian, ia mengaku belumdapat menyebutkan apa saja yang disita maupun diblokir dalam kasus tersebut karena akan mengganggu proses penyidikan.

Baca juga : Calon Tersangka Korupsi Kasus Asabri Dipastikan Lebih dari 2 Orang

Dalam penyidikan Asabri, Febrie mengisyaratkan pihaknya tidak membidik pihak tertentu. Ia menjelaskan penyidik memeriksa orang-orang yang memiliki kepentingan langsung dengan kasus tersebut.

"Kita tidak melihat orang per orang lah ya. Yang jelas yang kita pastikan kita periksa yang ada kaitan langsung apakah kebijakannya sampai ke situ. Ini kan masih kita teliti, yang perlu kami mintai keterangan pasti kita ambil. Kalau ada kepentingan untuk penyidikan pasti kita ambil," jelas Febrie.

Terpisah, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Ali Mukartono mengatakan pihaknya menjadwalkan pemeriksaan terhadap Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro. Benny yang juga terdakwa dalam megakorupsi Jiwasraya diduga ikut terlibat dalam korupsi di Asabri.

"Direncanakan (untuk diperiksa) iya, tapi waktunya kapan, terserah Dirdik (Febrie). Termasuk dalam melakukan pemeriksaan pastilah, kan pernah disebut Pak JA (Jaksa Agung), sebagian tersangka kemungkinan sama (dengan Jiwasraya). Kalau disebut-sebut Hanson, ya berarti pemiliknya kita periksa nanti," tandas Ali. (OL-7)

BERITA TERKAIT