21 January 2021, 18:18 WIB

Korupsi Bansos, KPK Duga Rekanan Beli Barang dari Pihak Lain


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri rekam jejak rekanan Kementerian Sosial dalam pengadaan bansos covid-19. Melalui pemeriksaan saksi, penyidik mendalami terkait sumber barang pengadaan bansos rekanan itu yang diduga berasal dari pihak ketiga atau perusahaan lain yakni PT Agri Tekh.

"Penyidik mengonfirmasi terkait dengan pengetahuan saksi mengenai kegiatan PT Agri Tekh sebagai tempat pembelian barang oleh beberapa perusahaan pemegang kontrak dalam rangka pengadaan bansos di Kemensos," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis (21/1).

Keterangan itu didalami penyidik dari pemeriksaan saksi Lucky Falian dari PT Agri Tekh, Rabu (20/1). Penyidik juga mengonfirmasi saksi Lucky mengenai sejumlah dokumen yang berhubungan dengan perkara itu.

Dalam kasus itu, KPK menduga eks Menteri Sosial Juliari Batubara menerima Rp17 miliar dari dua tahap pengadaan bansos Jabodetabek. KPK menduga Juliari mendapat potongan Rp10 ribu dari setiap paket sembako dari vendor Kemensos melalui penunjukkan langsung.

Duit Rp8,2 miliar diduga diterima terkait penyaluran bansos periode pertama dan Rp8,8 miliar pada penyaluran tahap dua. Selain Juliari, empat tersangka lain yakni dua pejabat pembuat komitmen Kemensos, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, serta dari pihak swasta Ardian I M dan Harry Sidabuke.

Sebelumnya, penyidik juga sempat menggeledah rumah Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Pepen Nazaruddin sebagai saksi dalam kasus itu. Penyidik komisi antirasuah sebelumnya juga menggeledah dua rumah berlokasi di Jakarta Timur dan Kota Bekasi.

Sejumlah kantor perusahaan vendor bansos juga turut disasar dalam penggeledahan antara lain PT Mesail Cahaya Berkat di Soho Capital SC-3209 Podomoro City, Jakarta Barat dan PT Junatama Foodia di Metropolitan Tower TB Simatupang, Jakarta Selatan. Dari dua penggeledahan itu, penyidik KPK menyita dokumen terkait pengadaan bansos.

Sebelumnya, KPK juga menggeledah dua perusahaan yakni PT Anomali dan PT Famindo Meta Komunika di Gedung Patra Jasa, Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Dari penggeledahan itu, penyidik mengamankan sejumlah dokumen kontrak untuk penyediaan bansos. (OL-14)

BERITA TERKAIT