13 January 2021, 14:33 WIB

Indonesia Terpilih Pimpin Kerja Sama Vaksin Covid-19 COVAX


Nur Aivanni | Politik dan Hukum

MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan,Indonesia terpilih menjadi salah satu co-chair dari COVAX Advance Market Commitment Engagement Group (COVAX-AMC EG). Pemilihan co-chairs tersebut diselenggarakan secara virtual (e-voting) di Jenewa dengan tenggat waktu hingga 8 Januari 2021.

"Dini hari 13 Januari 2021, kami mendapat kabar bahwa Menteri Luar Negeri Indonesia telah terpilih menjadi salah satu co-chair COVAX-AMC EG," kata Retno dalam press briefing virtual, Rabu (13/1).

Dalam pemilihan tersebut, sambungnya, Indonesia mendapat suara terbanyak yaitu 41% dari total suara yang masuk. Suara terbanyak kedua diperoleh oleh Menteri Kesehatan Ethiopia Lia Tadesse.

Selain Indonesia dan Ethiopia, kata Retno, Menteri Pembangunan Internasional Kanada Karina Gould juga terpilih mewakili negara donor sebagai co-chair. "Yang menarik adalah semua co-chairs adalah perempuan," ujarnya.

Lebih lanjut, Retno mengatakan bahwa ada dua hal dalam memaknai terpilihnya Indonesia sebagai co-chair dengan suara terbanyak. Pertama, itu merupakan wujud dari kepercayaan dunia internasional terutama negara berkembang kepada Indonesia.

"Kedua, ini merupakan tanggung jawab besar Indonesia untuk mewujudkan kesetaraan akses vaksin bagi semua negara dan tanggung jawab besar ini kita akan tunaikan sebaik mungkin," katanya.

Baca juga : Surpres tentang Calon Kapolri Listyo Diterima DPR

COVAX AMC EG ini, tuturnya, merupakan forum antara negara AMC dengan negara-negara donor untuk pengadaan dan distribusi vaksin bagi negara AMC. COVAX Facility memiliki target pengadaan vaksin bagi 20% dari populasi setiap negara AMC dan mendukung kesiapan negara AMC untuk melakukan rencana vaksinasi nasional.

"Tentunya pengadaan akan dilakukan secara bertahap karena masih terbatasnya vaksin yang tersedia bagi semua negara," katanya.

Target tersebut, terang Retno, bukan merupakan hal yang mudah untuk diwujudkan baik dari sisi resources yang tersedia dan kesiapan semua negara dalam menerima vaksin-vaksin tersebut.

"Dengan kerja sama erat dari semua negara, maka target yang sangat mulia ini akan dapat dijalankan," ujarnya.

Dikatakan Retno, dirinya sudah berkomunikasi dengan tim PTRI Jenewa untuk mulai persiapan hal-hal yang harus dilakukan dengan tanggung jawab baru tersebut. Tim PTRI Jenewa akan segera melakukan komunikasi intensif dengan GAVI. Ia pun akan segera menjalin komunikasi dengan co-chairs lainnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT