12 January 2021, 10:54 WIB

Waspada Aksi Teroris tidak Suka Kapolri Terpilih


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo kabarnya memilih Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri. Jika lancar, Sigit akan menjadi Kapolri pertama di era Reformasi yang beragama Katolik dan mesti diantisipasi dari aksi teroris yang tidak suka dengan keputusan itu.

"Bagi kelompok seperti Jamaah Ansharut Daulah (JAD) atau Mujahidin Indonesia Timur (MIT), polisi halal diserang. Apalagi polisi yang dipimpin seorang Katolik, menambah dan membuat mereka marah," ujar Direktur The Indonesia Intelligence Institute Ridlwan Habib kepada Media Indonesia, Selasa (12/1).

Menurut dia, terdapat potensi aksi dari kelompok-kelompok teroris yang tidak suka dengan calon Kapolri beragama Katolik. Karena itu, kepolisian di seluruh Indonesia harus meningkatkan kewaspadaan.

Baca juga: Presiden Diminta Libatkan KPK dan PPATK

Itu terutama saat situasi fit and proper test calon Kapolri baru.

"Densus 88 harus siaga satu terutama di polres-polres daerah yang jauh dari Jakarta," terangnya.

Meski demikian, ia menilai pilihan Presiden Jokowi sudah tepat karena berdasarkan faktor loyalitas dan profesionalisme, Sigit pernah menjabat sebagai ajudan Jokowi dan juga sebagai Kapolres Solo pada 2011.

"Presiden perlu figur Kapolri yang terbiasa berkoordinasi dan sudah faham karakternya," ujar Ridlwan.

Sigit juga pernah menjadi Kapolda Banten sehingga menguasai bermacam-macam karakter organisasi masyarakat. Sigit juga pernah menjadi pembicara dalam Kursus Ketahanan Nasional DPP PKS pada Februari tahun lalu.

"Hubungan Sigit dengan tokoh tokoh Islam berjalan harmonis," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT