31 December 2020, 00:45 WIB

Menhan Ingatkan soal Doktrin Pertahanan Rakyat Semesta


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

MENTERI Pertahanan Prabowo Subianto mengingatkan TNI dan publik tentang pentingnya doktrin klasik pertahanan rakyat semesta. Pengembangan industri pertahanan juga menjadi bagian dari program prioritas dibarengi dengan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) serta diplomasi pertahanan.

“Konsepsi pertahanan yang diwariskan para pendiri bangsa dan masih sesuai untuk bisa dikontekstualisasikan dengan kondisi kekinian, yakni melalui penguatan pertahanan militer dan nirmiliter sekaligus,” ujar Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak.

Menurut dia, konsep pertahanan rakyat semesta mendapat saluran yang tepat ketika UU 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Regulasi ini mengatur tentang tiga agenda penting, bela negara, komponen cadangan, dan komponen pendukung.

Program ini telah dijalankan berikut penguatan komponen pendukung dan akan disusul dengan realisasi komponen cadangan (komcad) yang tinggal menunggu persetujuan presiden melalui peraturan pemerintah. “Komcad adalah agenda pertahanan rakyat semesta yang sangat penting untuk memperkuat pertahanan kita di seluruh bagian NKRI, memperkuat TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI dari berbagai ancaman militer maupun nirmiliter yang bisa muncul kapan saja,” ungkapnya.

Dahnil menjelaskan Kementerian Pertahanan juga fokus mengembangkan industri pertahanan nasional. Tujuannya mengurangi ketergantung an Indonesia terhadap impor alutsista.

Sebelumnya dalam survei Indo Barometer, Prabowo Subianto didapuk sebagai menteri kinerja terbaik di Kabinet Presiden Joko Widodo berdasarkan hasil survei pada 10-17 Oktober 2020.

Dalam survei itu, hampir 30% responden menyebut Prabowo sebagai menteri yang menunjukkan kinerja terbaik selama satu tahun pemerintahan. Prabowo ada jauh di atas Mendikbud Nadiem Makarim dan menteri lainnya. “Lima menteri yang dinilai publik mempunyai kinerja bagus adalah Prabowo Subianto 29,3%, kemudian Nadiem Makarim 16,3%, Sri Mulyani Indrawati 15,2%, Erick Thohir 12,2%, dan Mahfud MD 8,8%,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, Kamis (5/11). (Cah/P-1)

BERITA TERKAIT