29 December 2020, 18:08 WIB

Indonesia Harus Bersatu di Tengah Konstelasi Dunia yang Dinamis


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Meskipun di tengah pandemi covid-19, semua anak negeri harus memastikan kedaulatan menjadi prioritas utama.

"Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang senantiasa menjaga dan melindungi bangsa Indonesia hingga saat ini. PBNU mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah, yang selalu setia menjaga dan merawat keutuhan NKRI sebagai muahadah wathaniyyah atau konsensus nasional berdasarkan Pancasila, yang merupakan pengikat atau kalimatun sawa seluruh komponen bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika," ujar Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj saat memberikan keterangan resmi mengenai refleksi akhir tahun di kantor PBNU, Jakarta, Selasa (29/12).

Menurut dia, Indonesia yang menganut sistem demokrasi dan memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia harus terus bersatu padu di tengah konstelasi dunia yang semakin dinamis. Landasannya dengan terus berupaya mengencangkan ikatan tali persaudaraan sesama umat Islam atau ukhuwwah Islâmiyyah, sesama warga bangsa atau ukhuwwah wathaniyyah, dan sesama warga dunia sebagai sesama manusia atau ukhuwwah insâniyyah.

PBNU mengingatkan juga, lanjut Said, seluruh elemen bangsa untuk secara terus menerus merefleksikan kesepakatan-kesepakatan dasar bangsa Indonesia yang mencakup Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) Republik Indonesia 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. "Kemudian segala upaya mengisi pembangunan harus dilandasi, dijiwai, serta guna memperkuat konsensus nasional," pungkasnya. (OL-14)

BERITA TERKAIT