28 December 2020, 01:50 WIB

Teroris JI Latih Generasi Muda Jadi Ahli Rakit Bom


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

DENSUS 88 Antiteror Polri membongkar sasana atau pusat latihan jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) di sejumlah lokasi di Jawa Tengah. Salah satu lokasi yang dibongkar terletak di Desa Gintungan, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono menuturkan, di dalam pusat latihan tersebut sudah disiapkan beberapa pelatih untuk membentuk para anggotanya terampil dalam membela diri. Tak hanya itu, para anggota juga dilatih menggunakan pedang, penyergapan, dan perakit bom.

Teroris Joko Priyono alias Karso menjadi salah satu pelatih yang ditunjuk amir atau pimpinan JI Para Wijayanto. Adapun Karso ditangkap pada 2019 dan berstatus narapidana dengan masa hukuman 3 tahun 8 bulan penjara.

“Lokasi ini menjadi tempat pelatihan para generasi muda JI. Mereka dilatih bergaya militer dengan tujuan membentuk pasukan sesuai dengan program yang dibuat oleh pemimpin jaringan ini (JI),” ucap Argo, kemarin.

Para kader baru JI yang umumnya anak-anak muda cerdas dengan ranking 1-10 itu, lanjut Argo, berasal dari beberapa pondok pesantren dan direkrut secara profesional. “Tiap angkatan 10-15 orang dari Pulau Jawa dan dari luar Pulau Jawa. Total 95 orang yang sudah dilatih dan terlatih,” ungkap Argo.

“Setelah pelatihan di sini, generasi muda ini selanjutnya dikirim ke Suriah untuk mendalami pelatihan militer dan perakitan senjata api serta bom. Mereka mempersiapkan generasi muda ini dengan tujuan untuk menjadi pemimpin masa depan jaringan ini (JI),” terang Argo.

Sepanjang 2013-2018, sudah banyak anggota JI yang dikirim ke Suriah dengan dana yang disiapkan JI.

Dari hasil pembongkaran itu, diketahui lokasi pelatihan itu berada di sebuah vila dua lantai dengan suasana yang asri. Vila tersebut digunakan sebagai tempat beristirahat para anggota pelatihan JI.

Di sekitaran lokasi di Desa Gintungan itu banyak pohon cemara dan tergolong sepi. Di rumah itu, para anggota muda dilatih bela diri dan persenjataan. Tidak hanya itu, mereka juga dilatih simulasi penyerangan pasukan very important person or personage (VVIP). (Ykb/P-5)

BERITA TERKAIT