17 December 2020, 16:16 WIB

Bahaya Pandemi, MUI Imbau FPI Tahan Diri Berunjuk Rasa 1812


Ant | Politik dan Hukum

PENGURUS Dewan Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia (DPP MUI) meminta massa organisasi kemasyarakatan Front Pembela Islam (FPI) tidak berunjuk rasa secara berlebihan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

"Saya minta dengan sangat para pihak harus menahan diri dari kerumunan, karena demo tidak bisa menjaga diri dari kerumunan yang berpotensi tertular Covid-19," kata Sekjen DPP MUI Amirsyah Tambunan di Jakarta, Kamis (17/12) 

Amirsyah menuturkan massa FPI dapat melakukan cara lain untuk menyampaikan tuntutan terkait pembebasan Rizieq Shihab dan pengusutan tuntas kematian enam simpatisan FPI.

Amirsyah menyebutkan pengikut Rizieq harus mempertimbangkan etika untuk unjuk rasa ke jalanan karena masa pandemi korona.

"Rencana aksi turun ke lapangan yang dilakukan FPI harus lebih beretika mengingat situasi pandemi dan Covid-19 semakin tinggi," tandasnya.

Amirsyah menyarankan FPI mengirimkan tuntutan melalui media sosial atau surat resmi kepada lembaga yang dituju, serta patuh terhadap aturan karena Indonesia sebagai negara hukum. 

Bahkan ia menilai FPI dapat bersilaturahmi dengan pihak tertentu dengan menerapkan protokol kesehatan. 

Sebelumnya, beredar informasi rencana beberapa ormas, antara lain Persaudaraan Alumni (PA) 212, FPI, dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama akan menggelar aksi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (18/12). 

Pengunjuk rasa akan menyampaikan tuntutan pembebasan Rizieq Shihab dan pengusutan tuntas kematian enam simpatisan FPI.

Sementara, Wakil Sekjen PA 212, Novel Bamukmin memastikan demonstrasi esok akan tertib protokol kesehatan.

"Kita tetap ikuti protokol kesehatan. Kita kalau aksi, saya bawa hand sanitaizer, masker juga pada pake. Kita di atas mobil sound system juga dibatasi jaraknya. Tetap kita ikuti protokol dan imbau terus menerus," tandasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT