11 December 2020, 03:00 WIB

Mendagri Ingatkan Arak-arakan Dilarang


Indriyani Astuti |

PEMUNGUTAN suara dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 telah terlaksana dengan penerapan protokol kesehatan. Meski begitu, tahapan pilkada belum usai dan pelanggaran protokol masih berpotensi timbul.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan aparat keamanan dapat bertindak tegas jika terdapat pelanggaran yang muncul setalah masa pemungutan suara 9 Desember 2020. Ia berpesan agar pasangan calon yang memenangi Pilkada 2020 tidak membuat perayaan, seperti arak-arakan atau konvoi.

“Bagi pihak yang merasa sudah menang tidak perlu euforia secara berlebihan, juga tidak perlu membuat konvoi atau arak-arakan yang menciptakan kerumunan dan berpotensi menimbulkan penularan covid-19. Tahapan belum selesai, masih ada tahapan selanjutnya. Mari kita tunggu saja hasil akhir yang akan menjadi keputusan lembaga berwenang,” tegas Mendagri di Jakarta, kemarin.

Tito juga meminta kepada para pihak yang merasa tidak puas dan belum bisa menerima hasil penghitungan suara, dapat menyalurkan keberatan melalui jalur resmi yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Proses penghitungan suara pilkada di tingkat kecamatan telah dimulai, kemarin. Dalam Peraturan KPU, tahapan rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kecamatan maksimal dilakukan hingga Senin (14/12).

Bawaslu meminta jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengantisipasi dan memperhatikan batas waktu penyelesaian penghitungan suara, jangan sampai penggunaan teknologi justru menghambat.

Komisioner KPU Evi Novida Ginting menegaskan penghitungan suara dengan Sistem Rekapitulasi Elektronik (Sirekap) hanya alat bantu. Rekapitulasi suara secara manual tetap dilakukan.


Klaim kemenangan

Partai Golkar mengklaim keunggulan pada pelaksanaan Pilkada 2020. Dari 270 daerah yang menyelenggarakan pilkada, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menyatakan partainya unggul di 165 daerah.

“Menurut hitung cepat (quick count) dari 270 wilayah yang menggelar pemilihan kepala daerah, pasangan yang didukung Partai Golkar memenangi 165 daerah,” ujar Airlangga, kemarin.

Jika dipersentasekan, lanjut dia, Partai Golkar meraih kemenangan 61,11%, melampaui target yang ditetapkan saat awal pilkada, yakni 60%. Untuk pemilihan gubernur (pilgub), dari 9 provinsi peserta pilkada, Airlangga menyebut calon yang diusung maupun didukung Partai Golkar menang di 6 provinsi, yakni Bengkulu, Jambi, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Tengah.

Sementara itu, Partai Nas-Dem berhasil mengantarkan kemenangan bagi empat pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur. Partai Nas-Dem juga memenangi pilkada di 128 daerah untuk pemilihan bupati dan wali kota.

Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate menjelaskan persentase kemenangan Partai NasDem mencapai 59,46%. Namun, Johnny menambahkan, data itu masih sementara hingga ada pengumuman resmi dari KPU.

Dari sekian banyak kemenangan, Johnny mengungkapkan kader-kader Partai NasDem merebut 1 posisi gubernur, 2 wakil gubernur, 47 bupati/wali kota, 32 wakil bupati/wakil wali kota, dan 4 pasangan calon. “Total ada 90 kader Partai NasDem yang meraih hasil positif dari pilkada ini,” tandas Johnny. (Uta/P-2)

BERITA TERKAIT