10 December 2020, 02:35 WIB

Pilkada di Yahukimo dan Yalimo Disarankan Pemungutan Susulan


Indriyani Astuti |

KOMISIONER Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan ada kendala distribusi logistik di dua kabupaten di Papua, yakni Yalimo dan Yahukimo. Akibat keterlambatann itu, Pramono menyatakan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di dua wilayah itu diusulkan untuk digelar susulan.

Menurut Pramono, Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua, ada kendala distribusi logistik di satu distrik karena ada aksi pengepungan oleh massa yang menolak distribusi logistik dan menginginkan pilkada dengan noken.

“Masyarakat ingin pilkada dengan noken, tapi pada aturannya di distrik itu harus melalui surat suara. Direncanakan akan pilkada susulan,” ucap Pramono saat konferensi media di ICE BSD, Tangerang, kemarin.

Sementara itu, untuk di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua, imbuh Pramono, baru 21 distrik yang logistiknya terdistribusi. Sementara itu, masih ada 8 distrik lain yang distribusi logistiknya tidak bisa dikejar hingga hari pemungutan suara.

Ia mengatakan jajaran KPU di Yahukimo dan Provinsi Papua masih menunggu rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua untuk diputuskan akan dilakukan pilkada susulan atau tidak.

“Di Yahukimo dari 51 distrik, hanya 1 distrik dengan metode coblos menggunakan surat suara, 50 distrik lainnya menggunakan noken. Jadi distrik yang mengalami keterlambatan logistik pilkada ini menggunakan noken,” ucapnya.

Noken, tas khas tanah Papua sekaligus warisan budaya yang sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda. Noken Papua biasa digunakan masyarakat untuk mengisi, menyimpan, dan membawa berbagai barang. Noken terbuat dari berbagai bahan serat pohon, kulit kayu, dan daun pandan, serta rumput rawa.

Pemilihan menggunakan sistem noken menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pilkada Papua, khususnya untuk masyarakat Papua yang berasal dari daerah pegunungan. (Ind/P-5)

BERITA TERKAIT