04 December 2020, 11:06 WIB

Bareskrim Bekuk Pelaku Azan Lafaz Hayya Alal Jihad


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

SUBDIT 2 Dittipidsiber Polri membekuk pelaku azan lafaz Hayya Alal Jihad, bernama Muhammad, Jumat (4/12).

Muhammad, 22, diamankan petugas pada pukul 02.45 WIB di Jalan Raya Sukabumi, Kecamatan Cibadak, Provinsi Jawa Barat.

Muhammad ditangkap lantaran diduga melakukan dugaan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok, dan SARA.

Kadiv Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan Muhammad dijerat dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baca juga: Kapolri Tegaskan Negara tidak Boleh Kalah dari Ormas

Pasalnya, videonya azan dengan lafal yang diganti juga telah beredar luas di media sosial.

Argo menjelaskan pengusutan dilakukan berawal dari adanya laporan polisi : LP/B/0685/XII/2020/Bareskrim tanggal 02 Desember 2020.

Argo menuturkan petugas juga mengamankan satu buah ponsel berwarna merah, satu kemeja lengan panjang warna putih, satu buah tutup kepala peci warna putih, serta satu buah sarung kain.

"Tersangka dijerat Pasal 45a ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-undang nomor 19 tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 11 Tahun 2008 tentang KUHP dan/atau Pasal 156a KUHP," paparnya.

Sebelumnya, beredar sejumlah video yang menyerukan 'Hayya alal jihad' di media sosial. Video twrsebut dikecam banyak kalangan mulai dari DPR hingga ormas dan ulama. Tersebarnya video itu juga dinilai meresahkan dan banyak pihak yang meminta Polri mengusut tuntas video tersebut. (OL-1)

BERITA TERKAIT