28 November 2020, 15:44 WIB

Ditemukan Uang Tunai, Ruangan Menteri KKP Disegel


Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum

PENYIDIK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sejumlah uang tunai dari hasil penggeledahan di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hal ini buntut dari penahanan Edhy Prabowo dalam kasus dugaan korupsi izin ekspor benur atau benih lobster pada Rabu (25/11).

Saat dikonfirmasi, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri KKP, Agung Tri Prasetyo, menuturkan tidak mengetahui persis berapa jumlah uang tunai yang disita. Namun, dia memastikan ruangan di lantai Menteri KKP telah disegel oleh KPK.

Baca juga: KPK Dinilai Masih Berkomitmen Berantas Korupsi

"Lantai 16 di Gedung Mina Bahari 4 KKP, infonya disegel. Ruangan menteri di lantai ini," ujar Agung kepada Media Indonesia, Sabtu (28/11).

Agung juga menjelaskan, ada ruangan di kantor KKP yang juga disegel KPK. Penggeledahan oleh komisi antirasuah dilakukan pada Jumat (27/11).

"Ada beberapa ruangan (yang disegel), tapi saya tidak tahu detailnya," kata Agung.

Secara terpisah, Pelaksana tugas (Plt) juru bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, mengungkapkan penggeledahan yang dilakukan kemarin dimulai sejak pukul 10.45 WIB sampai dengan sekitar pukul 03.00 WIB. Dalam penggeledahan tersebut penyidik berhasil menemukan dan mengamankan sejumlah barang berupa uang tunai.

"Uang tunai itu dalam bentuk mata uang rupiah dan mata uang asing yang saat ini masih dilakukan penghitungan," kata Ali dalam keterangan resminya.

Disamping itu, Ali menuturkan, tim penyidik KPK menemukan beberapa dokumen dan barang bukti elektronik terkait dengan perkara dugaan suap yang diterima oleh tersangka Edhy Prabowo.

"Penyidik akan melakukan analisa terhadap uang dan barang yang ditemukan dalam kegiatan penggeledahan tersebut selanjutnya akan dilakukan penyitaan," jelas Ali.

Dia menegaskan, penggeledahan oleh KPK masih akan dilakukan oleh tim penyidik ke beberapa tempat yang diduga terkait dengan perkara tersebut.

Baca juga: Jokowi Timang Pengganti Edhy Prabowo dari Partai dan Profesional

KPK telah menetapkan Edhy sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan eksportir benur atau benih lobster. Ada tujuh tersangka dalam kasus itu yakni Edhy, Staf Khusus Menteri KKP Safri, staf istri Menteri KKP Ainul Faqih, pengurus PT Aero Citra Kargo Siswadi, dan Direktur PT Dua Putra Perkasa Suharjito.

Edhy bersama tersangka lainnya diduga menerima uang Rp9,8 miliar dan US$100 ribu. Dirinya menggunakan uang tersebut untuk belanja beberapa barang mewah di Hawaii,Amerika Serikat. (OL-6)

BERITA TERKAIT