28 November 2020, 08:40 WIB

Pemerintah Dinilai Gagal Atasi Resesi, NasDem: KAMI Jangan Asbun!


Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

DALAM Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 itu, Dana Moneter Internasional (IMF) menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini terbaik kedua setelah Tiongkok. 

Sehubungan dengan ini, politikus nonaktif Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago, mengatakan pernyataan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) tentang ketidakmampuan pemerintah dalam mengatasi ekonomi di era pendemi terpatahkan.

Baca juga: BBM Bersih Setengah Hati

"Pernyataan terkait ketidakmampuan pemerintah menanggulangi pendemi juga patah oleh fakta makin tingginya angka kesembuhan pasien kurang lebih sebesar 86% saat ini," ujarnya, Sabtu (28/11).

Lebih jauh, Irma menyebut pernyataan KAMI asbun (asal bunyi-red) dan tidak berdasarkan data. Menurutnya, sebagai tokoh masyarakat, KAMI bisa ikut menyelamatkan Indonesia dengan kerja dan memberikan kritik konstruktif.

"Memalukan sekelas tokoh-tokoh masyarakat bicara tidak berdasarkan data dan lebih pada provokasi tak bertanggung jawab. Menyelamatkan Indonesia itu dengan kerja dan kritik konstruktif bukan cuma nyiyir dan provokatif," terangnya.

Irma mengatakan pemerintah Indonesia terus berupaya menanggulangi virus Covid-19 di tanah air.

"Pemerintah tidak putus harapan. Dengan usaha yang keras di awal thaun 2021, Indonesia bisa mendistribusikan vaksin covid -19 kepada rakyat. Meski karena keterbatasan vaksin di dunia, terpaksa distribusi vaksin dilakukan step by step," paparnya.

Pihaknya juga berharap KAMI perlu memiliki Nawaitu yang baik bukan hanya mengedepankan syahwat politik saja dalam menyampaikan kritisi.

Adapun sebelumnya, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menyatakan keprihatinan atas ketidakmampuan pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi.

"Pandemi hingga bulan November belum mereda, bahkan belum ada tanda akan berakhir," kata Presidium KAMI Rochmat Wahab dalam webinar, Kamis (26/11). (RO/OL-6)

BERITA TERKAIT