28 November 2020, 01:15 WIB

TNI-AD masih Kekurangan Helikopter


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

TNI Angkatan Darat (AD) masih memerlukan tambahan helikopter jenis serang hingga angkut untuk kebutuhan latihan dan operasi lapangan. Kebutuhan lain untuk mendukung ketangguhan TNI-AD ialah roket.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa mengungkapkan hal itu saat menghadiri latihan tempur antarcabang (latancab) Kartika Yudha 2020 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI-AD, Baturaja Timur, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, kemarin.

“Hari ini sebetulnya sudah jauh lebih baik daripada tahun sebelumnya, tapi memang masih banyak kekurangan kami, misalnya jumlah pesawat terbang heli ini. Kalau ditanya, ya, kurang,” ujar Andika.

Menurut KSAD, idealnya TNIAD memiliki jumlah heli angkut hingga serang lebih banyak daripada ketersediaan yang ada sekarang. Total alutsista yang ada seperti heli Apache baru ada delapan.

“Heli angkut harusnya punya yang lebih besar. Karena daya angkutnya lebih besar tadi. Itu yang kita punya hanya MI17 tadi angkut, tadi ada. Tapi tidak, tapi hanya itu,” tuturnya.

Kekurangan alutsista lainnya ialah roket untuk meningkatkan akurasi serangan. “Meriam, misalnya. Tadi Astros itu roket, sekarang ini sudah ada rudal, guided missile, sehingga akan lebih akurat. Kalau tadi Astros yang 19 kilo (kilometer) itu akurasinya 1,5 hektare. Rudal meter, bukan kilo lagi, paling 10 meter,” papar KSAD.

Kendati begitu, TNI-AD memanfaatkan alutsista yang ada secara maksimal dalam latihan kali ini. Ke depan dengan tambahan alutsista dan teknologi baru kemampuan tempur TNI-AD dapat lebih baik lagi.

“Kita sudah berusaha memaksimalkan dengan menggunakan teknologi terbaru. Dalam hal komunikasi maupun bagaimana kami mengintegrasi ke semuanya,” pungkasnya.

TNI-AD menggelar latancab dengan sandi Kartika Yudha 2020 ini di dua tempat. Pertama, di Markas Komando Brigif R-9 untuk latihan posko satu. Kedua, latihan simulasi tempur komputer serta latihan taktis di Pusat Latihan Tempur Kodiklatad, Baturaja, Sumatra Selatan. Gelaran itu mengerahkan personel sebanyak 3.123 prajurit dari Brigif R-9/2 Kostrad serta 1.872 orang pelatih dan pendukung.

“Total 33 hari dengan rincian serpas berangkat 8 hari, pelaksanaan 16 hari, serpas kembali 9 hari,” imbuh Kepala Dinas Penerangan TNI-AD Brigadir Jenderal TNI Nefra Firdaus. (Cah/P-2)

BERITA TERKAIT