27 November 2020, 08:19 WIB

Kasad Sebut TNI AD Masih Butuh Banyak Helikopter


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

KEPALA Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa mengaku masih membutuhkan helikopter jenis serang hingga angkut untuk kebutuhan latihan dan operasi lapangan. Kebutuhan lain untuk mendukung ketangguhan TNI AD yakni roket.

"Hari ini sebetulnya sudah jauh lebih baik dari pada tahun sebelumnya. Tapi memang masih banyak kekurangan kami misalnya jumlah pesawat terbang heli ini kalau ditanya ya kurang," ujarnya di sela menghadiri latihan tempur antarcabang (Latancab) Kartika Yudha 2020 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AD, Baturaja Timur, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, Kamis (26/11).

Menurut dia, idealnya, TNI AD memiliki jumlah heli angkut hingga serang lebih banyak dari ketersediaan yang ada sekarang. Total alutsista yang ada seperti Helikopter Apache baru ada 8 buah.

Baca juga: Polisi Pastikan Sudah Antisipasi Ancaman Teror di Kerumunan

"Heli angkut harusnya punya yang lebih besar. Karena daya angkutnya lebih besar tadi. Itu yang kita punya hanya MI17 tadi angkut, tadi ada. Tapi tidak, tapi hanya itu," katanya.

Ia juga mengaku masih kekurangan alutsista lain seperti roket untuk meningkatkan akurasi serangan.

"Meriam misalnya tadi astros itu roket, sekarang ini sudah ada rudal. Guided missil sehingga akan lebih akurat. Kalau tadi astros yang 19 kilogram itu akurasinya 1,5 hektare kalau guided meter, bukan kilo lagi paling 10 meterlah," paparnya.

Meski demikian, Kasad mengaku sudah memanfaatkan alutsista yang ada secara maksimal dalam latihan kali ini. Ke depan, dengan tambahan alutsista dan teknologi baru, kemampuan tempur TNI AD dapat lebih baik lagi.

"Kita sudah berusaha memaksimalkan dengan menggunakan teknologi terbaru. Dalam hal komunikasi maupun bagaimana kami mengintegrasi ke semuanya," pungkasnya.

TNI AD menggelar Latancab dengan sandi Kartika Yudha 2020 ini di dua tempat, Markas Komando Brigif R-9 untuk latihan posko satu dan latihan simulasi tempur komputer serta latihan taktis di Pusat Latihan Tempur Kodiklatad, Baturaja, Sumatera Selatan. Gelaran ini mengerahkan personel sebanyak 3.123 prajurit dari Brigif R-9/2 Kostrad serta 1.872 orang pelatih dan pendukung.

"Latihan ini akan meliputi tiga kegiatan yaitu latihan posko satu materi serangan yang akan dilaksanakan lima hari di Mabrigrif Raider 9 Jember, materi posko menggunakan alat pendukung simulasi tempur dengan materi pertahanan dan latihan taktis dengan pasukan di Puslatpur Baturaja dengan waktu total 33 hari dengan rincian serpas berangkat 8 hari, pelaksanaan 16 hari, serpas kembali 9 hari," papar Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal TNI Nefra Firdaus.

Menurut dia, pelatihan ini bertujuan membina dan meningkatkan interoperabilitas satuan kecabangan TNI AD dengan materi pertahanan dan serangan dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD menjaga kedaulatan wilayah NKRI.

"Dengan latancab yang dilakukan tiap tahunnya ini diharapkan dapat memelihara kesiapan operasi dan meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AD," ungkapnya.

Satuan-satuan yang mengikuti latancab Kartika Yudha 2020, Markas Brigif R-9/2/Kostrad, Yonif R-509/9/2/K, Yonif R-514/9/2/K, Yonif Mekanis R-412/6/2/K, Yonkav 8/2/K, Kikav 8/2/K, Baterai Armed dari Yonarmed 1/2/K, Yonarmed 11/2/K, Yonarmed 12/2/K, Yonarhanud 2/2/K, Kizipur Yonzipur 10, Kibekang Yonbekang 2, Kikes Yonkes 2, Kipal Denpal Div-2, Kihub Denhub Div-2, Kipom, Denpom Div-2, Sat Ajen Div-2, Sat Hukum Kostrad, Sat Penerangan Kostrad, Sat Topografi AD, Skadron 11/Penerbad dan Skadron 12/Penerbad.

Adapun Alutsista yang digunakan oleh pasukan Brigif R-9 dan satuan perkuatannya adalah Tank Leopard 2A4 dan Leopard 2 RI,Tank Leopard ARV, Marder, Panser Anoa, Panser APR, Ranpur M 113, SMB SM-5, Senapan Serbu SS-2, Mortir 81, Mortir 60 LR, Mo 60 Commando, SLT C-90-CR, SPR-2, SO Minimi.

Meriam Caesar, Comodo BCV, Comodo Meteo, Astros AV LMU, Astros AV RMD, AV Meteo, AV OFVE, AV UCF, Komodo Bacara, unit AV PCC, Meriam 76 mm. Mistral Atlas, MPCV, MCP. Ransus Nubika, Ransus Jihandak, Ransus RO dan Bomb trailer, Kendaraan Direction Finder.

"Juga Bell 412, Fennec, Apache, Rantis Anoa, Rantis APR dan Ranpur M 113 Ambulance," jelasnya.

Latihan puncak dalam rangka Latihan Ancab TNI AD Kartika Yudha TA 2020, menunjukkan dinamika Brigade Tim Pertempuran dalam operasi serangan. Dengan berbagai manuver yang dilaksanakan seperti penembakan Tank Leopard, penembakan SMB, manuver ranpur, Kerjasama Infanteri Tank, tembakan Heli Apache dengan Hellfire dan Hydra.

Satuan Armed melaksanakan penembakan jarak jauh termasuk penggunaan munisi SS-40 Astros. Satuan lain seperti Peralatan membantu bekal ulang munisi, Bekang mendorong Munisi Kaliber Besar, Kesehatan melaksanakan evakuasi, Perhubungan melaksanakan pembuatan repeater, Polisi Militer melaksanakan penjemputan tawanan perang, Satuan Ajen melaksanakan pengiriman tenaga pengganti dan penjemputan jenazah.

"Untuk heli tempur melaksanakan muatan tunggal heli, seperti slingload Mer-76, muatan Munisi Kaliber Besar dan Kaliber Kecil, melaksanakan evakuasi udara, serta melaksanakan pengejaran dengan mobilisasi udara," paparnya.

Sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian kepada sesama yang membutuhkan, maka diadakan bhakti sosial oleh Dankodiklatad sebagai Komandan Latihan Ancab Kartika Yudha. Bertempat di Lapangan CFS Pelabuhan Panjang dan Kantor ASDP Pelabuhan Bakaheuni dibagikan total 1.000 paket sembako pada tanggal 10 November 2020.

"1.000 paket lainnya diberikan kepada masyarakat di sekitar daerah Pusat Latihan Tempur Baturaja, dan Taman Tani Merdeka Martapura pada tanggal 25 November 2020," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT