26 November 2020, 10:21 WIB

KPU akan Atur Kedatangan Pemilih di Hari Pencoblosan


Kautsar Bobi | Politik dan Hukum

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) akan megatur waktu kedatangan pemilih saat menggunakan hak suara dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020. Hal itu diterapkan untuk mencegah terjadinya penumpukan di tempat pemungutan suara (TPS).

Komisioner KPU I Dewa Raka Sandi menjelaskan pemilih nantinya akan mendapat surat C Pemberitahuan KWK yang digunakan sebagai undangan untuk menggunakan hak suara mereka. Surat yang dibagikan oleh petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) itu telah mengatur waktu kedatangan pemilih.

"Prinsipnya, pengguna hak pilih bisa dari pukul 07.00-13.00 dalam rentang waktu itu diatur jam berapa sampai jam berapa pemilih hadir," ujar Dewa, Kamis (26/11).

Baca juga: Generasi Milenial belum Tahu Rekam Jejak Paslon

Dewa menekankan pengaturan waktu akan diserahkan sepenuhnya kepada KPPS, lantaran mereka yang memahami betul kondisi di lapangan. Seperti jarak tempuh pemilih untuk mencapai TPS yang menjadi salah satu pertimbangan pengaturan waktu.

Selain itu, pengaturan waktu tidak dapat diseragamkan di seluruh TPS yang ada. Setiap TPS memiliki jumlah pemiih yang beragam.

"Jumlah pemilih berbeda-berbeda, misalnya gini pengaturan waktu untuk di TPS dengan pemilih 350 berbeda dengan pemilih 450 ya. Jadi kalau terlalu teknis bisa langgar mereka (KPPS)," jelasnya.

KPU, melalui KPPS, akan terus melakukan sosialisasi pengaturan waktu kepada pemilih. Salah satu cara sosialisasi dilakukan pada saat petugas KPPS memberikan surat C Pemberitahuan KWK kepada pemilih.

"Nanti teknisnya itu (surat c pemberitahuan kwk) dibawa dari rumah ke rumah dan ada tanda terimannya. Bukan hanya lewat pengumuman," terangnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT