26 November 2020, 02:05 WIB

Ditangkap KPK, Edhy Prabowo Minta Maaf ke Jokowi dan Prabowo


Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum

MENTERI Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo dan Menhan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Permohonan maaf itu disampaikannya seusai ditetapkan tersangka oleh KPK terkait dugaan korupsi perizinan eksportir benih lobster

"Saya meminta maaf kepada Bapak Presiden. Saya telah menghianati kepercayaan beliau. Juga meminta maaf kepada Pak Prabowo Subianto, guru saya, yang sudah mengajarkan banyak," kata Edhy di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/11) dini hari.

Edhy juga menyatakan mundur selaku Menteri Kelautan dan Perikanan. Ia juga menyatakan akan mundur dari jabatannya selaku Wakil Ketua Umum Partai Gerindra.

"Saya mohon maaf juga kepada seluruh keluarga besar partai. Dengan ini saya akan mengundurkan diri sebagai wakil ketua umum," ucapnya.

Terkait posisi Edhy di kabinet, Presiden Jokowi menunjuk Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebagai menteri ad interim. Luhut telah menerima surat dari Mensesneg Pratikno terkait penunjukan posisi itu.

KPK menetapkan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait perizinan eksportir benur atau benih lobster.

Ada tujuh tersangka dalam kasus itu yakni Menteri Edhy, Staf Khusus Menteri KKP Safri, staf istri Menteri KKP Ainul Faqih, pengurus PT Aero Citra Kargo Siswadi, dan Direktur PT Dua Putra Perkasa Suharjito.

Dua tersangka lainnya yakni Staf Khusus Menteri KKP Andreau Pribadi Misanta dan seorang bernama Amiril Mukminin belum ditahan. KPK mengimbau keduanya menyerahkan diri.

Edhy diduga menerima hadiah atau janji dari pengusaha berkaitan perizinan tersebut dan membelanjakannya barang-barang mewah saat berada di Amerika Serikat. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT