25 November 2020, 17:54 WIB

Ikut Rombongan KKP, Ali Ngabalin Jelaskan Dirinya tidak Ditangkap


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

DEWAN Pembina Kementerian Kelautan dan Perikanan Ali Mochtar Ngabalin buka suara terkait penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (25/11).

Ia mengungkapkan, ketika diminta untuk ikut oleh anggota lembaga antirasuah, Edhy tidak melakukan perlawanan dan bersikap sangat kooperatif.

"Pak Edhy bagus. Dia sangat koperatif. Teman-teman KPK juga melaksanakan tugas dengan baik," ujar Ngabalin kepada wartawan, Rabu (25/11).

Awalnya, Ngabalin tidak menyadari bahwa setibanya di Terminal 3 Soetta bersama rombongan KKP yang baru pulang dari Amerika Serikat sudah ditunggu beberapa personel KPK.

Ketika pihak KPK menggiring Edhy dan sejumlah pejabat lain, Ngabalin mengaku diminta untuk berpisah dari rombongan.

"Awalnya saya tidak tahu kalau mereka KPK. Kami tiba mereka sudah di sana. Kemudian kami pisah tadi di bandara. Mereka kemukakan, 'Pak Ngabalin di sini saja.' Itu isyarat untuk kita pisah rombongan," ucap Ngabalin.

Meski memiliki jabatan tinggi di Kementerian Kelautan dan Perikanan yakni dewan pembina, Ngabalin mengaku tidak memiliki kewenangan apapun terkait operasional institusi.

"Saya kan bukan pejabat pembuat komitmen. Saya bukan pejabat pengguna anggaran sehingga yang dicari KPK mungkin Pak Menteri," tuturnya. Ia meyakini bahwa penangkapan Edhy Prabowo telah didasarkan pada data-data yang matang dan bisa dipertanggungjawabkan.

"KPK itu kan punya data, punya dokumen sementara. Sekarang KPK perlu melakukan klarifikasi, memeriksa data yang mereka dapatkan," tandas Ngabalin. (OL-14)

BERITA TERKAIT