23 November 2020, 21:52 WIB

Bakamla: Perlu Program Bela Negara untuk Nelayan di Natuna Utara


Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum

KEPALA Bakamla RI, Laksamana Madya Aan Kurnia, mengatakan bahwa upaya pengamanan laut Natuna Utara tidak cukup hanya dengan menghadirka simbol-simbol negara seperti kapal Bakamla atau Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kegiatan ekonomi berupa kehadiran dan aktivitas nelayan yang konsisten juga harus ada untuk menegaskan hak Indonesia di kawasan ekonomi eksklusif tersebut.

"Di kapal-kapal nelayan China sudah banyak yang didalamnya itu pakai nelayan yang sudah menjalani semacam pelatihan bela negara, jadi mereka di sana tak semata-mata untuk kepentingan ekonomi," ujar Aan Kurnia, dalam program Jusnalist on Duty Media Indonesia yang dipandu wartawan Mediaindonesia.com Indriyani Astuti, Senin (23/11).

Baca juga: Kemendagri Mentahkan Tudingan Anies tidak Ada Imbauan Prokes

Aan mengatakan, selama ini kegiatan nelayan Indonesia di laut Natuna Utara masih sangat minim. Pelatihan bwla negara, pemberian insentif atau dukungan fasilitas dianggap penting diberikan agar kegiatan ekonomi dari pihak Indonesia laut Natuna Utara terus hidup.

"Nelayan kita harus dapat training dulu agar tidak hanya berpikir profit oriented tapi juga harus memikirkan nasionalisme bila berlayar di grey zone seperti di Natuna Utara," ujar Aan.

Ia mengatakan pihak Bakamla sudah berkoordinasi soal usul itu dengan Menteri Pertahanan. Diharapkan akan bisa segera diinisiasi.

"Yang pasti kita harus bisa kerahkan armada kapal ikan untuk bisa eksploitasi sumber saya alam yang ada di sana, ini belum kita laksanakan," ujarnya.(OL-4)

BERITA TERKAIT