18 September 2020, 19:13 WIB

Relawan Jokowi Minta Prabowo Copot Andre Rosiade


Rudy Polycarpus | Politik dan Hukum

RELAWAN Presiden Joko Widodo saat Pilpres 2019 Jokowi Mania (Jokman) mengkritik sikap politisi Gerindra Andre Rosiade.

Andre menyoal sikap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) perihal perilaku direksi PT Pertamina yang punya hobi melobi menteri hingga direksi yang lebih suka berutang dan mendiamkan investor. 

Komisi VI DPR RI itu meminta Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Erick Tohir untuk mencopot Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dari kursi Komisaris Utama Pertamina. 

Menurut Ketua Jokman Imanuel Ebenezer (Noel), pernyataan Andre membuat situasi gaduh.

"Bukan urusannya Andre meminta Ahok agar dicopot. Justru harusnya ketum gerindra Pak Prabowo sudah layak mencopot Andre Rosiade dari anggota DPR RI . Apa yang dilakukan Ahok dalam rangka perbaikan di BUMN seharusnya didukung bukan di goreng atau dipolitisasi," ujar Noel lewat pesan singkat, Sabtu (18/9).

Menurut Noel, pernyataan Ahok sebenarnya kritik terhadap Pertamina. Publik, tandasnya, sudah paham betul tentang apa yang terjadi di dalam Pertamina.

"Kami siap lahir dan batin mendukung kinerja Ahok yang merupakan satu dari sedikit pejabat bersih yang Memiliki integritas yg tersisa di republik ini. Kita akan jaga beliau,"  imbuhnya.

Ia berharap Menteri BUMN Erick Thohirm mau mempelajari kritikan Ahok. Pasalnya, pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta itu bisa menjadi referensi dan perbaikan atas kinerja Pertamina. 

Sebelumnya, Ahok menyampaikan perihal perilaku direksi yang punya hobi melobi menteri hingga direksi yang lebih suka berutang dan mendiamkan investor.

"Dia ganti direktur pun bisa tanpa kasih tahu saya, saya sempat marah-marah juga, jadi direksi-direksi semua main lobinya ke menteri karena yang menentukan menteri. Komisaris pun rata-rata titipan kementerian-kementerian," kata Ahok dalam akun YouTube POIN.

Selain itu, Ahok mengungkap masalah lain yakni manipulasi gaji. Ahok menyebut kerap menemui masalah terkait gaji, khususnya di jabatan direktur utama anak perusahaan.

"Orang dicopot dari jabatan direktur utama anak perusahaan, misal gaji Rp100 juta lebih, masa dicopot gaji masih sama, alasannya dia sudah orang lama, harusnya gaji mengikuti jabatan Anda," ujar Ahok. 

Adapun Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan pernyataan Ahok merupakan urusan internal Pertamina.

Ia menambahkan pihaknya memberikan ruang bagi komisaris dan direksi Pertamina untuk melakukan komunikasi dengan baik.

"Jadi kita tetap meminta mereka komunikasi dengan baik, antara komisaris dan direksi," ujarnya. (Ant/OL-8).

 

 

BERITA TERKAIT