17 September 2020, 13:50 WIB

Kejagung Dukung Penuh Penyidikan Kasus Kebakaran


tri subarkah | Politik dan Hukum

KORPS Adhyaksa mendukung penuh proses penyidikan terhadap peristiwa terbakarnya Gedung Kejaksaan Agung RI pada Sabtu (22/8) lalu. Hal itu disampaikan oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejagung Fadil Zumhana.

"Pada prinsipnya, pimpinan Kejagung mendukung penuh pengungkapan peristiwa pidana ini," kata Fadil di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Kamis (17/9).

Menurut Fadil, peningkatan status ke penyidikan dilakukan untuk mengungkap lebih detil peristiwa tersebut sampai di persidangan.

"Penyidikan itu gunanya untuk membuat terang satu peristiwa pidana, menemukan tersangka, dan bukti-bukti yang yang terkait peristiwa pidana," tandas Fadil.

Pada kesempatan yang sama, Listyo mengatakan pihaknya menyimpulkan terdapat perisitiwa pidana dari kebakaran Gedung Kejagung. Dengan meningkatkan proses ke penyidikan, lanjutnya, Polri tidak akan ragu-ragu untuk mengusut kasus tersebut secara transparan.

"Kita sudah sekapat untuk meningkatkan penyelidikan menji penyidikan dengan dugaan Pasal 187 KUHP dan atau Pasal 188 KUHP," jelasnya.

Dari kesimpulan Puslabfor, Listyo menyebut sumber api berasal dari nyala api yang terbuka (open flame) dan bukan disebabkan karena hubungan arus pendek. Sebanyak 131 sudah diperiksa sebagai saksi atas peristiwa tersebut.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono memaparkan bahwa kerugian yang diakibatkan dari kebakarang itu mencapai Rp1,1 triliun. Setidaknya, Rp178,3 miliar merupakan kerugian gedung dan bagunan, sedangkan kerugian barang-barang yang terdapat di dalam gedung mencapai Rp940,2 miliar. (OL-4)

BERITA TERKAIT