03 September 2020, 09:33 WIB

Tanpa Pemahaman Soal Prajurit, Konflik TNI-Polri Sulit Dihenti


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

PENGAMAT militer MT Arifin menilai tindak kekerasan antar atau oleh TNI-Polri sangat sulit untuk dihentikan. Pasalnya, program sinergi kedua institusi tidak menyentuh substansi dan tuntutan kesejahteraan prajurit gagal dipahami pimpinan.

"Insiden tersebut (seperti di Polsek Ciracas) tidak akan berhenti. Siapa pun pemimpinnya karena realita apa yang terjadi pada arus bawah dengan apa yang digembar-gemborkan pimpinan yang ada di atas tentang sinergitas bukan tidak sejalan namun tak ada isi atau makna sesungguhnya," katanya kepada Media Indonesia, Kamis (3/9).

Menurut dia, guna mencegah kekerasan antar atau oleh kedua instansi sudah dilakukan banyak terobosan. Itu seperti olahraga bersama dan lain sebagainya tapi tidak menjadi jaminan kompak di luar barak.

Baca juga: DPR Minta Kemenhan Prioritaskan Kesejahteraan Prajurit

"Kompak di dalam iya. Mungkin di daerah-daerah di luar Jakarta TNI-Polri sangat sangat kondusif karena mungkin kultur budaya dan adab di wilayah pedesaan yang menjunjung tinggi nilai nilai kesopanan juga kekeluargaan," ungkapnya.

Oleh sebab itu, ia menyarankan kepada pimpinan TNI-Polri untuk lebih memahami persoalan sesungguhnya yang dialami prajuritnya.

"Pimpinan TNI Polri harus sadar dan harus mengerti apa yang diinginkan oleh anggotanya. Bukan sekedar menuntut beban kinerja dan kedisiplinan namun harus meningkatkan kesejahteraan masing-masing anggota mereka," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT