03 September 2020, 05:40 WIB

Eks Penyidik KPK Brotoseno Bebas Bersyarat


Che/P-5 | Politik dan Hukum

TERPIDANA kasus korupsi cetak sawah di Ketapang, Kalimantan Barat, Raden Brotoseno mendapatkan putusan bebas bersyarat dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas I Cipinang pada 15 Februari 2020.

Mantan penyidik Komisi Pem berantasan Korupsi (KPK) tersebut menerima remisi atau potongan masa pembinaan selama 13 bulan 25 hari.

“Brotoseno memenuhi syarat administratif dan substantif untuk mendapatkan hak remisi dan pembebasan bersyarat sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI No 3 Tahun 2018 (tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti, Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat),” kata Kabag Humas dan Protokol Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum dan HAM Rika Apriyanti dalam keterangan persnya, kemarin.

Lebih lanjut Rika menjelaskan, Brotoseno bebas bersyarat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia No PAS-1052. OK.01.04.06/2019 tentang Pembebasan Bersyarat Narapidana.

“Yang bersangkutan juga sudah membayar pidana denda Rp300 juta subsider 3 bulan,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Brotoseno ditahan sejak 18 November 2018 di LP Kelas I Cipinang atas kasus korupsi atau melanggar Pasal 12 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Karena itu, selama menjalankan pembebasan bersyarat, yang bersangkutan berada dalam bimbingan Balai Pemasyarakatan Jakarta Timur-Utara sebagai klien pemasyarakatan,” jelasnya.

Brotoseno divonis Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta karena dinilai terbukti bersalah dan meyakinkan terlibat tindak pidana korupsi cetak sawah di Ketapang, Kalimantan Barat. Dia pun dijatuhi hukuman penjara selama 5 tahun dan denda Rp300 juta subsider pidana kurungan 3 bulan.

Mantan perwira polisi itu terbukti menerima Rp1,9 miliar ditambah lima tiket pesawat kelas bisnis Yogyakarta-Jakarta senilai Rp10 juta. (Che/P-5)

BERITA TERKAIT