30 August 2020, 14:29 WIB

Peristiwa Ciracas, Tiga Mengaku dari 12 Orang Diperiksa


Lina Herlina | Politik dan Hukum

TIGA orang telah mengakui perbuatannya dari 12 orang yang diperiksa terkait peristiwa di Pasar Rebo dan Ciracas, Jakarta Timur, dini hari kemarin.

"Saya sudah perintahkan, Komandan Garnisum tetap 1, dalam hal ini adalah Pangdam Jaya untuk mendalami, peristiwa yang terjadi di Pasar Rebo dan Ciracas," tegas Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto  didampingi Kapolri Jenderal Idham Azis di Galaktika Lanud Hasanuddi Makassar, Minggu (30/8)

Menurut Hadi Tjahjanto, sesuai data dan fakta yang ditemukan di lapangan, bahwa apa yang sudah terjadi, dikatakan ada prajurit TNI telah dikeroyok oleh orang tidak dikenal dan menyebabkan luka-luka tidak benar. Karena dari keterabgn saksi dan rekaman CCTV diketahui, luka yang ada di prajurit TNI bukan karena pengeroyokan, tetapi akibat kecelakaan tunggal.

Rekaman CCTV itu kemudian dijadikan titik awal, untuk mendalami semua yang terjadi, dan dipanggilah 12 orang sebagai saksi.

"Dan tadi pagi, sudah ada mengakui perbuatannya, sebanyak tiga orang, setelah hampir seharian diperiksa oleh Denpom (Datasemen Polisi Militer)," ungkap Hadi.

Ketiga orang tersebut adalah pelaku perusakan sepeda motor dan kendaraan lainnya.

Baca juga : Wapres: Pencegahan Korupsi Perlu Melibatkan Partisipasi Masyarakat

Kemudian, lanjut Hadi, kasus tersebut dikembangkan lagi, terkait telepon genggam milik prajurit TNI yang ditemukan. Didapati bahwa, prajurit TNI itu telah menghubungi 27 rekannya. Temuan itu akan dijadikan pengembangan lebih lanjut.

Hadi pun menjelaskan, dari data-data di lapangan dijelaskan bahwa, pertama, terkait laka tunggal yang menimpah prajurit TNI, dan kedua rekaman CCTV terkait perusakan, semua sudah diambil Denpom.

"Dan saya sampaikan juga, dalam rekaman CCTV saat kejadian berlangsung, saat perusakan, melihat ada sepeda motor dengan dua orang yang diduga kuat sebegai pelakunya. Sehingga nantinya dari saksi-saksi yang ada, akan terus dilakukan pemeriksaan, termasuk 27 orang yang ada dalam HP TNI itu," urai Hadi.

Ia mengaku, semua pihak menyesalkan kejadian tersebut. Ia juga mengimbau, agar seluruh masyarakat, TNI maupun Polri, tidak mudah terhasut, apabila ada berita yang belum tentu kebenarannya, sepertu yang terjadi di Pasar Rebo dan Ciracas.

Karena itu, mengakibatkan kerugian bagi masyarakat. "Dan mudah-mudahan setelah keterangan ini, semuanya sudah bisa diselesaiakan dengan baik, dalam arti kata, dalam penyelidikan dan tentunya nantinya, apa hasilnya, Pusat Polisi Militer TNI, akan memberikan informasi kepada rekan-rekan media," tukasnya.

Panglima juga menegaskan, apabila memang semua terbukti bersalah, maka akan dilakukan tindakan tegas dengan hukum yang berlaku. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT