24 August 2020, 05:09 WIB

Pandemi Menjadi Momentum Indonesia Maju


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo mengaku pemerintah saat ini menghadapi banyak tantangan dalam memperkuat reformasi dan melakukan perubahan extraordinary. Tantangan tersebut datang dari sekelompok orang yang sudah berada pada zona aman dan nyaman sehingga sulit diajak melakukan perubahan.

“Mereka berada di zona nyaman secara ekonomi, secara status, sehingga terusik ketika ada yang melakukan perubahan,” ujar Jokowi dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-22 Partai Amanat Nasional secara virtual, kemarin.

Presiden menekankan, pada masa sulit akibat pandemi seperti sekarang, perubahan-perubahan wajib dilakukan. Momentum krisis harus dimanfaatkan untuk melakukan lompatan kemajuan.

“Kita harus ambil momentum ini untuk melakukan lompatan. Ini adalah kesempatan mempersempit ketertinggalan karena banyak negara maju yang mengalami kemunduran. Ini kesempatan kita mengeksekusi strategi-strategi besar negara,” tegasnya.

Presiden juga ingin seluruh ruang kompetisi, persaingan yang sehat harus dibuka seluasnya. “Jangan takut berkompetisi. Jangan takut bersaing.”

Kepala negara pun meyakini Partai Amanat Nasional memiliki semangat yang sejalan dengan pemerintah. Pasalnya, guna mewujudkan perubahan, seluruh elemen bangsa harus ikut terlibat. “Kita harus bergerak serentak mendobrak semua tantangan dengan melakukan langkah-langkah perbaikan yang extraordinary, melakukan lompatan kemajuan menuju Indonesia maju yang kita cita-citakan,” tandasnya.

Tidak ada reshuffle

Secara terpisah, juru bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman, menekankan tidak ada rencana presiden merombak atau reshuffle kabinet dan jajaran Kabinet Indonesia Maju saat ini sedang fokus bekerja.

“Semua jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju sekarang hanya fokus bekerja keras menangani pandemi covid-19 serta pemulihan dan transformasi ekonomi nasional. Sebab itu, tidak ada rencana reshuffl e kabinet,” kata Fadjroel dalam siaran pers di Jakarta, kemarin.

Fadjroel mengatakan yang diperlukan Indonesia saat ini adalah bekerja cepat, bekerja keras, dan bekerja inovatif. Dia mengatakan Presiden Joko Widodo selalu menekankan kecepatan dan inovasi kerja pemerintah dari pusat hingga daerah serta kolaborasi seluruh komponen bangsa agar bisa segera keluar dari krisis kesehatan dan krisis perekonomian.

Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, kata Fadjroel, jajaran kabinet diminta tetap fokus bekerja memanfaatkan momentum krisis untuk lompatan kemajuan dalam semua kegiatan di kementerian masing-masing.

Mensesneg Pratikno sebelumnya juga mengingatkan masyarakat membutuhkan kerja cepat dan terfokus dari pemerintah untuk menghasilkan solusi dan mengatasi pandemi yang tengah berlangsung di Indonesia. Selain itu, para menteri juga harus terus bersinergi satu sama lain dalam menangani krisis. (Ant/P-5)

BERITA TERKAIT