23 August 2020, 13:27 WIB

Jokowi: Zona Nyaman Menghambat Perubahan


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo menyebut pemerintah tengah menghadapi banyak tantangan dalam memperkuat reformasi. Serta, mengambil berbagai langkah perubahan yang tidak biasa.

Tantangan tersebut dikatakannya berasal dari sekelompok orang yang berada di zona aman dan nyaman. Sehingga, sulit untuk diajak melakukan perubahan.

"Mereka berada di zona nyaman secara ekonomi, secara status, sehingga terusik ketika ada yang melakukan perubahan," ujar Jokowi, sapaan akrabnya, dalam perayaan HUT PAN ke-22 secara virtual, Minggu (23/8).

Baca juga: Kejagung Diminta Buktikan Api tak Hambat Penanganan Perkara

Kepala Negara menekankan perubahan wajib dilakukan saat masa krisis akibat pandemi covid-19. Momentum krisis harus dimanfaatkan untuk melakukan sejumlah lompatan kemajuan.

"Ini adalah kesempatan mempersempit ketertinggalan. Karena banyak negara maju yang mengalami kemunduran. Ini kesempatan kita mengeksekusi strategi-strategi besar negara," tegas Jokowi.

Selain itu, berbagai ruang kompetisi dan persaingan yang sehat harus dibuka seluas-luasnya. "Jangan takut berkompetisi. Jangan takut bersaing," imbuhnya.

Baca juga: Meski tak Masuk Jadi Pengurus, Zulhas: Amien Rais Spesial di PAN

Dirinya meyakini Partai Amanat Nasional memiliki semangat yang sejalan dengan pemerintah. Untuk mewujudkan perubahan, lanjut dia, sejatinya membutuhkan partisipasi seluruh elemn bangsa.

"Kita harus bergerak serentak mendobrak semua tantangan dengan melakukan langkah-langkah perbaikan yang extraordinary, melakukan lompatan kemajuan menuju indonesia maju yang kita cita-citakan," tandas Jokowi.(OL-11)

BERITA TERKAIT