11 August 2020, 15:50 WIB

KY : Calon Hakim Agung Harus Sertakan Pakta Integritas


Indriyani Astuti | Politik dan Hukum

SELEKSI terhadap calon hakim agung dan hakim ad hoc di lingkungan Mahkamah Agung (MA) telah memasuki tahapan kedua, yakni tes kualitas yang akan dilaksanakan pada 24- 25 Agustus 2020 secara daring. 

Anggota Komisi Yudisial (KY) dan Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Aidul Fitriciada Azhari menekankan bahwa calon hakim agung dan hakim ad hoc yang dinyatakan lolos seleksi administrasi harus menyertakan pakta integritas.

"Pakta integritas berupa komitmen berperilaku jujur untuk seleksi kualitas yang dilakukan secara daring. Masing-masing peserta melakukan seleksi di tempat (domisili) daerah masing-masing. Sedangkan kami (tim seleksi) di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Sekretariat Negara, di Jakarta. Tujuannya agar calon hakim agung tidak melakukan kecurangan selama proses seleksi daring," paparnya dalam acara konferensi daring pengumuman seleksi calon hakim agung dan hakim ad hoc di Jakarta, Selasa (11/8).

Lebih lanjut, Aidul menyampaikan seleksi kualitas meliputi penulisan makalah secara langsung dengan judul yang ditentukan oleh KY, studi kasus hukum, studi kasus kode etik, dan pedoman perilaku hakim. Kemudian, diikuti oleh tes objektif. Adapun pelaksanannya dimulai pada pukul 8.20 WIB hingga 15.00 WIB secara daring.

KY telah mengumumkan nama-nama calon hakim agung untuk kamar Tata Usaha Negara (TUN) khusus bidang pajak dan calon hakim ad hoc untuk kamar tindak pidana korupsi (tipikor) serta hubungan industrial. Dipaparkan Aidul, dari hasil sidang pleno seleksi hakim agung dan hakim ad hoc oleh KY, peserta yang lulus seleksi administrasi sebagai calon hakim agung kamar TUN khusus bidang pajak yakni 16 orang terkonfirmasi mendaftar dan 6 orang dinyatakan lulus administrasi.

"Pendidikan satu magister dan lima dokter dengan latar belakang sarjana hukum, akademisi 3 orang, pengacara 2 orang, dan hakim 1 orang," paparnya.

Untuk calon hakim agung ad hoc bidang tipikor, imbuhnya, KY mengonfirmasi 103 orang pendaftar. Pendaftar yang dinyatakan lolos administrasi sebanyak 76 orang, dengan perincian 67 laki-laki dan 9 perempuan. 

Latar belakang profesi ada dari akademisi, hakim karir, pengacara dan lainnya. Untuk calon hakim ad hoc hubungan industrial di KY mengonfirmasi pendaftar sebanyak 59 orang dan 35 orang berhasil lolos seleksi administrasi terdiri dari 31 laki-laki dan empat orang perempuan.

"Hakim ad hoc industrial di MA harus diusulkan oleh Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) dan serikat pekerja. Dari 35 orang yang lolos, sebanyak 18 orang diusulkan Apindo dan 19 orang diusulkan oleh serikat pekerja. Latar belakang lainnya 20 orang akademisi, advokat ada 6 orang, dan lain-lain 8 orang," terang Aidul.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Rekrutmen dan Peningkatan Kapasitas Hakim KY Arie Sudihar menjelaskan KY telah membuka pendaftaran atau calon hakim agung dan hakim ad hoc di MA dari 10 Juli hingga 30 Juli.

Pada awal Agustus 2020, sudah dipilih sejumlah calon hakim agung dan hakim ad hoc melalui sidang pleno oleh KY. (P-2)

BERITA TERKAIT