09 July 2020, 20:02 WIB

PDIP: RUU HIP Dipelintir untuk Kampanye Hitam ke PDIP


Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum

SEKJEN PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menuding ada pihak yang sengaja lakukan kampanye hitam soal Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dengan penafsiran salah Pancasila.

"Ada kampanye hitam yang sarat dengan irasionalitas dan pembodohan nalar pikir. Kini ada kelompok tertentu yang menggunakan sejarah sebagai alat politik, lalu dibelokkan. Isu penggantian ideologi Pancasila misalnya," kata Hasto dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (9/7).

 

Baca juga: PDIP Anggap Partai Lain Lepas Tangan Soal RUU HIP

 

Pancasila, jelas Hasto,  merupakan ideologi bangsa, sumber dari segala sumber hukum, dan mendasari pembentukan konstitusi, telah hidup dalam sanubarinya rakyat alias tidak bisa tergantikan.

"Pancasila itu final. Karena itulah ketika ada yang menuduh hanya dengan membahas rancangan undang-undang, lalu dianggap sebagai mengubah ideologi dan falsafah dasar sama saja dengan pembodohan nalar publik. Cara-cara yang tidak berkeadaban seperti ini sangat tidak sesuai dengan budaya bangsa” kata Hasto.

Pancasila sebagai ideologi negara, sebutnya, telah terbukti efektif menyatukan, memberikan arah, dan seharusnya sebagai skala prioritas saat ini.

"Kita juga perlu belajar dari sejarah runtuhnya peradaban suatu bangsa, bahkan sejarah perpecahan suatu negara pun harus menjadi pembelajaran bersama. Ekstrim kiri dan ekstrim kanan jelas bertentangan dengan Pancasila," pungkas Hasto. (Ins)

BERITA TERKAIT