26 May 2020, 18:14 WIB

Polri Tunggu Laporan Kebocoran Data Penduduk dari KPU


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

BADAN Reserse Kriminal Mabes Polri hingga saat ini belum menerima laporan terkait dugaan bocornya informasi data penduduk warga Indonesia milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dibagikan lewat komunitas hacker.

“Bahwa hingga saat ini tidak ada laporan dari pihak KPU ke Bareskrim Polri tentang dugaan kebocoran data milik KPU tersebut,” ujar Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Gedung Korlantas Polri, Jakarta, Selasa (26/5).

Sebelumnya, beredar kabar bahwa data yang bocor tersebut diklaim berasal dari situs KPU dan merupakan data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2014.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPU, Viryan Aziz membenarkan bahwa data yang dibagikan hacker tersebut DPT Pemilu tahun 2014 dalam format PDF.

Meski begitu, Viryan mengatakan bahwa data tersebut bersifat terbuka untuk memenuhi kebutuhan publik dan sudah sesuai dengan regulasi.

Baca juga : Densus 88 Tangkap 6 Terduga Teroris JAD Kelompok Subchan

Menurutnya, data yang dimiliki komunitas hacker merupakan data pada DPT pemilu 2014 yang berbentuk format pdf dan dikeluarkan sesuai regulasi untuk memenuhi kebutuhan public bersifat terbuka.

“Hingga saat ini, KPU tengah menyelidiki unggahan dari hacker tersebut yang memperlihatkan meta data tanggal 15 November 2013 lalu itu,” tuturnya.

Adanya dugaan kebocoran data pemilih KPU pertama kali diungkap oleh akun Twitter @underthebreach, pada Kamis (21/5).

Data tersebut dibagikan dalam forum komunitas hacker. Akun tersebut menampilkan gambar bahwa peretas memiliki 2,3 juta data kependudukan Warga Indonesia yang berasal dari DPT Pemilu 2014. (OL-7)

BERITA TERKAIT