07 May 2020, 12:32 WIB

​​​​​​​Polri Usut Penambangan Hutan Lindung di Sultra


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum

MABES Polri melalui Tim Bareskrim dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Ditipidter) melangsungkan penyelidikan langsung ke Sulawesi Tenggara untuk merampungkan perkara tindak pidana kehutanan.

Hal itu dibenarkan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono yang mengatakan bahwa tim Ditipidter Bareskrim telah melakukan perjalanan dinas ke Sulawesi Tenggara.

“Bahwa benar penyidik Ditipidter Bareskrim melakukan perjalan dinas ke Provinsi Sultra dalam rangka melengkapi berkas penyidikan,” ujar Argo, Rabu (6/5).

Argo menjelaskan waktu yang dimiliki tim Ditipidter Bareskrim hanya memiliki waktu 38 hari dari batas waktu 90 hari untuk melakukan penyidikan dalam kawasan hutan lindung.

Oleh karenanya, tim Ditipidter Bareskrim Polri terbang dari Bandara Soetta menuju Bandara Halu Oleo, Kendari dengan mencarter jet komersil lantaran terbatasnya penerbangan ditengah pandemik Covid-19.

“Penyidik sudah melaksanakan protokol covid-19 di Jakarta dengan adanya surat keterangan kesehatan, membawa surat tugas dari Polri, ada hasil rapid test, dan mereka mengisi kartu kewaspadaan kesehatan atau HAC,” tutur Argo.

Baca juga: Berkah dari Karbon Hutan Lindung

Menurutnya, Polri, ingin merampungkan perkara tindak pidana kehutanan. 

“Jika tidak dilakukan penindakan, dikhawatirkan akan bertambah luas kerusakan lingkungan di kawasan hutan lindung tersebut dan dapat berakibat merugikan ke anak cucu nantinya,” ucap Argo.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kota Kendari, La Ode Muhammad Hajar Doni memeastikan kedatangan jet komersil yang ditumpangi penyidik Ditipidter Bareskrim Polri mendatar di Bandara Halu Oleo, Kendari pada 19.45 Wita.

“Semua orang yang masuk ke Bandara Halu Oleo Kendari telah dilakukan pemeriksaan dengan protokol kesehatan,” tegasnya. (A-2)

BERITA TERKAIT