29 July 2019, 18:51 WIB

Nurul Arifin Pertanyakan Masalah Paskibraka Perempuan Pakai Rok


Thomas Harming Suwarta |

KEBIJAKAN Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengganti penggunaan rok bagi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) menjadi celana panjang menuai kritik.

Politikus Partai Golkar Nurul Arifin, misalnya. Menurut dia, selama ini kostum anggota Paskibraka baik putra dan putri tidak menjadi persoalan.

"Sepanjang negara ini bikin upacara kemerdekaan, Paskibra perempuan memakai rok tidak pernah jadi masalah. Kenapa tahun ini diimbau pakai celana panjang? Masalahnya di mana? Dulu enggak boleh pakai celana panjang, dianggap maskulin. #paskibra #rokpaskibra," cuitnya melalui akun Twitter @na_nurularifin, Senin (29/7).

Nong Andah Darol Mahmadah melalui akunnya @nongandah juga mempertanyakan kebijakan kostum tersebut. "Menurutku kemenpora ini kurang kerjaan deh mengubah pemakaian rok utk peserta Paskibraka putri yg berjilbab jd celana panjang. Wong pemakaian roknya terlihat tertutup karena pakai kaos kaki panjang dan roknya di bawah lutut," katanya.

Menurut istri politikus PSI Guntur Romli tersebut, rok dan celana panjang justeru jadi pembeda antara peserta putri dan putra. "Buat saya, paskibraka putri memakai rok terlihat keanggunannya ketika melangkah tegap. Kalau Paskibraka putri yg berjilbab pakai celana panjang, identitas keputriannya jadi hilang dan ke depannya jadi identitas agama tertentu. Nah, ini yg bikin kontroversi," lanjut dia.

Baca juga: Tidak Lagi Pakai Rok, Paskibraka Putri akan Bercelana

Protes juga datang dari Ketua DPP PSI Tsamara Amany Alatas. "Saya kurang setuju dengan apa yang disebut mekanisme penyeragaman ini. Saya kira Paskibraka seharusnya diberikan kebebasan memilih antara rok atau celana panjang. Bukan diwajibkan. Mohon ditinjau lagi Mas Menteri @imam_nahrawi," cuitnya melalui akun twitter @TsamaraDki.

Diketahui Kementerian Pemuda dan Olahraga akan mengganti seragam anggota putri Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Nasional 2019 dari yang sebelumnya menggunakan rok menjadi celana panjang. Hal itu dilakukan demi memudahkan baris-berbaris.

"Kebijakan baru ini adalah bagian mekanisme penyeragaman. Selama ini, anggota putri Paskibraka pakai rok, lalu ditarik dengan kaos kaki. Tapi tahun ini kita gunakan celana panjang," kata Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Asrorun Ni'am Sholeh. (X-15)
 

BERITA TERKAIT