02 March 2019, 13:35 WIB

AHY Pidato Politik, TKN: Mungkin Aspirasi Tersumbat di Paslon 02


Akmal Fauzi | Politik dan Hukum

SEKRETARIS Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto menilai pidato politik Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang berisi rekomendasi kepada presiden terpilih pada pemilu 2019, merupakan hal yang biasa.

Hasto pun mempertanyakan kenapa rekomendasi itu tak disampaikan langsung oleh AHY sebagai Komandan Kogasma Pemenangan Pemilu Partai Demokrat (PD) kepada Prabowo-Sandiaga. Terlebih Partai Demokrat mengusung calon nomor urut 02 itu.

Seharusnya, pidato semacam itu juga dilakukan oleh pasangan capres-cawapres. "Mungkin ada aspirasi yang tersumbat ya di pasangan 02, sehingga Pak AHY harus melakukan pidato politik," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/3).

Baca juga: AHY Pidato Politik, TKN: Mungkin Aspirasi Tersumbat di Paslon 02

Apapun itu, kata Hasto, pihaknya menilai tak ada yang salah dengan pidato politik, sepanjang mencerahkan dan membangun peradaban demi kepentingan bangsa dan negara.

Di sisi lain, Hasto menampik era pemilu serentak akan mengakiri zaman multipartai. Dia meyakini tidak ada partai politik yang terbunuh oleh pemilu serentak.

Baca juga: AHY Gantikan Posisi Ayahnya Menjadi Ikon Partai Demokrat

Desain sistem politik Indonesia disebutkan Hasto adalah pola yang memperkuat sistem presidensial dengan sistem multipartai sederhana. Nantinya akan ada konsolidasi demokrasi sehingga jumlah partai di DPR itu semakin berkurang.

Kuncinya adalah sampai tercapai kondisi ideal yang menggambarkan kehidupan berbangsa dan representasi dari masyarakat Indonesia melalui partai politik.

"Jadi kami tidak sependapat bila disebut ini membunuh parpol. Bahwa ini merupakan pemilu serentak yang pertama, iya. Tapi kami bisa menunjukkan kerja sama yang baik diantara parpol anggota Koalisi Indonesia Kerja," kata Hasto. (OL-7)

BERITA TERKAIT