24 February 2019, 21:20 WIB

Jokowi Tekankan Pentingnya Peran Istri saat Meniti Karier


Antara |

CALON presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengaku peran istri sangat penting dalam meniti karier.
  
"Pengalaman saya di Aceh juga menekankan pentingnya peranan isteri dalam meniti karier saya. Saya yakin, saya yakin perempuan-perempuan di Indonesia memiliki peranan yang menentukan bagi keluarga, bagi masyarakat dan bagi bangsa dan negara Indonesia," kata Jokowi di Sentul International Convention Center (SICC), di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2) malam.
  
Jokowi menyampaikan hal itu dalam acara Konvensi Rakyat bertema "Optimis Indonesia Maju" yang dihadiri oleh ribuan pendukungnya.
  
Jokowi sebelumnya menjelaskan bahwa setelah menamatkan perkuliahan, ia pun mendapat pekerjaan pertama di Aceh.

"Setelah 3 tahun di Aceh, saya kembali ke Solo dan mulai kembali berwirausaha. Sebagai pengusaha kecil, kecil, saya merasakan betapa sulitnya mengurus perizinan, saya merasakan, merasakan betapa sulitnya mencari modal dan merasakan betapa sulitnya menembus pasar termasuk pasar ekspor, pasar global," tambah Jokowi.
  
Ia menegaskan tidak ingin pengusaha-pengusaha kecil di Indonesia mengalami kesulitan-kesulitan seperti yang ia alami dulu.

"Saya ingin pengusaha-pengusaha Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk maju, asalkan kita mau bekerja keras," tegas Jokowi.

Baca juga: Jokowi Optimistis Kerja Keras akan Sejahterakan Seluruh Rakyat

Jokowi pun menjelaskan bahwa selama empat tahun memerintah, pemerintah sudah bekerja keras untuk membangun fondasi infrakstruktur bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Alhamdululah untuk pertama kalinya angka kemiskinan turun di bawah 10%, hanya satu 'digit' angkat kemiskinan terendah di Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja. Saya optimistis sejahtera, saya optimistis kerja keras selama ini menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia," tutur Jokowi.
  
Jokowi juga menjelaskan sudah ada 10 juta keluarga telah mendapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sehingga anak-anak dari keluarga prasejahtera, dari keluarga miskin tetap bisa bersekolah, bisa mendapat imunisasi dan mendapat tambahan makanan yang bergizi. (OL-3)

BERITA TERKAIT