28 January 2019, 16:28 WIB

Istana Pastikan Pembebasan Ba'asyir Batal


Akmal Fauzi |

KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko memastikan pembebasan narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir batal. Sejauh ini, kata Moeldoko, Ba'asyir menolak membuat surat ikrar setiap kepada NKRI dan Pancasila.

"Ya kalau tidak ada sesuatu yang berubah dari pikirannya beliaunya, ya begitu (batal)," kata Moeldoko saat dimintai tanggapan keberlanjutan pembebasan Ba’asyir, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/1)

Moeldoko menegaskan, pembebasan bersyarat itu tergantung pada Ba'asyir, yang divonis 15 tahun penjara karena terbukti menjadi perencana dan penyandang dana pelatihan kelompok bersenjata di pegunungan Jantho, Aceh.

Ia menegaskan tak ada kompromi soal pengakuan terhadap NKRI dan Pancasila.

Baca juga : Syafii Maarif Imbau Baasyir Akui Pancasila

"Karena negara sudah mengatakan tidak ada yang bisa dinegosiasikan terhadap NKRI dan Pancasila, itu kunci," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan akan menaati hukum dan peraturan yang berlaku terkait dengan rencana pembebasan bersyarat narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir.

Menurut Jokowi, salah satu persyaratan dasar dalam pembebasan bersyarat ialah ikrar setia kepada NKRI dan Pancasila. Namun, Ba'asyir enggan menandatangani surat pernyataan setia kepada NKRI. (Mal)

BERITA TERKAIT