Melanjutkan Pembangunan



Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group - 22 May 2019, 05:30 WIB
img
MI

KOMISI Pemilihan Umum kemarin telah menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara nasional hasil Pemilihan Umum 17 April 2019. Pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin mendapatkan suara terbanyak dengan meraih 55,50% dari 154.257.601 suara yang sah. Sementara itu, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno meraih sisanya 44,50%.

Sesuai dengan aturan main yang berlaku, pasangan yang tidak menerima hasil penghitungan suara berhak untuk mengajukan keberatan ke Mahkamah Konstitusi. Prabowo menyatakan akan segera melakukan upaya hukum sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh konstitusi.

Penyelesaian persoalan melalui jalur hukum merupakan esensi dari demokrasi. Dalam demokrasi yang benar, pilar utama adalah hukum, bukan pengerahan massa di jalanan. Aturan menetapkan, pihak yang keberatan diberi waktu 3 x 24 jam untuk mengajukan upaya hukum ke MK. Kelak MK-lah yang akan menetapkan untuk menerima atau menolak keberatan yang disampaikan pihak penggugat.

Jokowi menghargai langkah hukum yang diajukan pasangan Prabowo dan Sandiaga. Namun, ia menegaskan, ketika kelak ditetapkan sebagai presiden, ia bersama Ma’ruf Amin akan bekerja keras untuk melanjutkan pembangunan.

Periode pertama pemerintahan Jokowi memang baru meletakkan landasan pembangunan. Bahkan landasan itu pun belum semuanya selesai dikerjakan. Masih banyak yang harus dilakukan agar kita mempunyai pijakan yang kuat untuk melompat lebih tinggi lagi.

Atas dasar itulah wajar apabila mayoritas rakyat menghendaki Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinannya. Jokowi harus menuntaskan pekerjaan besar yang diperlukan bangsa ini untuk mempercepat pembangunannya. Selain jalan, pelabuhan, bandar udara, kita membutuhkan bendungan dan saluran irigasi yang baik agar seluruh rakyat bisa lebih produktif bekerja.

Kita tidak boleh lupa, 60% dari bangsa ini masih mengandalkan hidupnya dari pertanian. Untuk itu, rakyat bukan hanya membutuhkan lahan untuk bekerja, melainkan juga air yang mencukupi agar kegiatan pertanian bisa dilakukan secara berkelanjutan.

Tidak keliru apabila pemerintah gencar membangun bendungan di banyak tempat. Apalagi dana desa yang dikucurkan dipakai untuk membangun jalan desa sehingga memudahkan keluarga petani untuk membawa sarana produksi ke desa dan sebaliknya segera bisa membawa hasil produksinya ke kota.

Bahkan selanjutnya kita harus mulai mengenalkan teknologi kepada para petani. Bagaimana mengubah bekerja sendiri-sendiri menjadi bersama-sama agar luasan lahan bisa lebih besar sehingga efisiensi bisa tercipta dan produktivitas bisa ditingkatkan.

Sekarang tersedia alat pengolahan, penanaman hingga pemanenan yang basisnya menggunakan satelit. Petani tidak perlu lagi menghabiskan waktunya di sawah atau ladang, tetapi bisa melakukan pekerjaan lain yang bermanfaat bagi peningkatan kehidupan keluarganya.

Selanjutnya kita harus memikirkan bagaimana membangun industri yang lebih kuat dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki. Dunia sedang bersiap untuk memasuki era mobil listrik. Kita memiliki banyak nikel yang bisa diolah menjadi baterai litium yang dibutuhkan untuk mobil listrik.

Kita sudah menetapkan lima industri unggulan yang akan kita bangun, dari tekstil dan produk tekstil, makanan dan minuman, otomotif, elektronik, dan produk kimia. Kita harus terus fokuskan pada lima industri itu agar kita menjadi pemenang.

Semua ini akan bisa kita lakukan apabila ada kebersamaan. Kita tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga apa yang terbaik bagi bangsa ini. Kalau kita bersama-sama menciptakan keamanan dan ketertiban, kita akan masih cepat memacu pembangunan negara kita.

Salah satu yang kita butuhkan sekarang ini adalah investasi. Orang hanya akan berani menanamkan modalnya apabila ada kepastian. Berulang kali kita menyampaikan perlunya memperbaiki sistem perizinan. Kalau kita juga bisa menciptakan suasana yang nyaman dan damai, Indonesia pasti akan menjadi surga investasi dunia.

Pemilu 2019 sudah usai. Mari kita bergandengan tangan dan kembali bersama membangun negara ini. Janganlah kita terus larut dalam perbedaan dan pertentangan di antara kita. Sayang energi bangsa ini kalau hanya dihabiskan untuk urusan perpolitikan.

Dalam demokrasi sebenarnya tidak ada yang kalah dan yang menang. Dalam demokrasi yang ada adalah satu menjadi pemegang tampuk eksekutif dan satu menjadi pengawas. Posisi sebagai pengawas tidak kalah pentingnya karena bertanggung jawab untuk menjaga agar arah pembangunan ini sesuai dengan tujuan menyejahterakan seluruh rakyat.

 

BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA