08 December 2020, 14:25 WIB

KPU Karawang: Pelaksanaan Prokes di TPS Harga Mati


Cikwan Suwandi | Pilkada

UNTUK mencegah penularan Covid-19 di Pilkada Karawang, Jawa Barat. KPU Karawang telah menyiapkan pengetatan protokol kesehatan (prokes), salah satunya melakukan bilik isolasi dan perlakuan khusus sampah prokes ketika ada pemilih yang ditemukan suhu badannya melebihi suhu normal.

Ketua KPU Karawang Miftah Farid mengatakan sebelum memasuki TPS, pemilih akan diminta untuk melakukan cuci tangan terlebih dahulu. Kemudian, pemilih akan dilakukan pengecekan masker. Masker yang digunakan harus memenuhi standar prokes tidak berlogo pasangan calon bupati/wakil bupati. Jika tidak memenuhi syarat atau pun tidak membawa masker, maka pemilih akan diberikan masker. Usai itu pemilih diberikan sarung tangan.

"Setelah itu dilakukan pengecekan suhu. Kalau suhunya di atas 37,5 derajat. Maka pemilih akan di arahkan kepada bilik khusus (bilik isolasi)," ujar dia, Selasa (8/12).

Miftah mengatakan dalam satu TPS terdapat tiga bilik untuk pencoblosan surat suara. Dua untuk bilik pencoblosan untuk pemilih dengan suhu normal dan satu untuk bilik isolasi.

"Pencoblosan tetap menggunakan satu paku. Setelah itu pemilih yang telah mencoblos, akan diteteskan tinta pada salah satu jari tangannya," ucapnya.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada petugas KPPS untuk memisahkan sampah protokol kesehatan untuk pemilih yang melebihi batas suhu normal atau pemilih yang menggunakan bilik suara isolasi. "Nanti bisa langsung untuk dibakar," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Banjir Rendam 1.817 Rumah di Lebak, Warga Mengungsi di 7 Lokasi

BERITA TERKAIT