04 December 2020, 02:35 WIB

Pradi-Afifah Digadang-gadang Pimpin Kota Depok


Kisar Rajagukguk |

PRADI Supriatna berpeluang besar meraup suara mayoritas rakyat Kota Depok dalam pemilihan wali kota 9 Desember.

Sebagai petahana yang diusung Gerindra, PDIP, Golkar, PAN, PSI, dan PKB, termasuk partai nonparlemen seperti NasDem, Hanura, Perindo, dan PBB, Pradi memiliki popularitas lebih besar.

Pradi berpeluang meraih kursi Wali Kota Depok karena partaipartai besar, partai-partai nonparlemen, dan publik Kota Depok kompak mendukung. Sebagai petahana, partai-partai dan publik Kota Depok telah melihat kinerja Pradi selama menjabat sebagai wakil wali kota dalam 4 tahun terakhir.

Terlebih lagi 10 program yang ditawarkan Pradi disambut partai pendukung dan publik dengan antusias. Ke-10 program inilah yang bakal menentukan kemenangan Pradi dalam pilkada mendatang. Program-program tersebut antara lain mencakup sektor kesehatan, pendidikan, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), kemacetan, serta peningkatan infrastruktur jalan.

Sebagai penyangga Ibu Kota, Kota Depok masih tertinggal dari tetangga. Oleh karena itu, 10 program yang diusung pasangan nomor urut 1, Pradi Supriatna- Afifah Alia, diharapkan mampu membangkitkan kota ini dari tidur panjangnya.

Salah seorang relawan Pradi Kota Depok, Purnomo, berharap Depok lebih baik lagi ke depan.

"Kota Depok harus lebih baik dari sekarang di berbagai sektor. Dari kesehatan, pendidikan, UMKM, kemacetan jalan, infrastruktur jalan, hingga pembangunan lingkungan RT dan RW," kata Purnomo, Rabu (2/12).

Dia mengatakan program yang ditawarkan Pradi-Afifah sangat mengakar ke masyarakat, seperti program berobat gratis dan pembangunan berbasis RW sebesar Rp500 juta.

"Berobat gratis dengan KTP sudah berjalan di Bekasi dan Tangerang Selatan. Kota Depok nanti bisa," lanjut Purnomo.

Terkait pembangunan RW dengan anggaran Rp500 juta, lanjut Purnomo, ini akan membuat RW mandiri dan mampu menggerakkan UMKM, termasuk kegiatan karang taruna.

Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKB, Babai Suhaimi, mengatakan figur Pradi dekat dengan semua lapisan, termasuk majelis taklim.

"Bang Pradi tak segan hadir di majelis taklim ibu-ibu jika diundang. Jadi, nanti kalau Bang Pradi jadi wali kota, ibu-ibu jangan khawatir undang beliau. Insya Allah datang," ungkap Babai.

Secara terpisah, Pradi mengatakan ketersediaan fasilitas kesehatan termasuk puskesmas di Kota Depok dalam mencegah penyebaran pandemi covid-19 mengakibatkan ketidakadilan sosial di sektor kesehatan. "Solusi kami ialah melakukan sosialisasi protokol kesehatan melalui RT dan RW, yaitu jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan," kata Pradi.

Sumber: Pemkot Depok/KPU Kota Depok/Tim MI/Riset MI-NRC

 


Urban farming

Pradi-Afifah akan berhadapan dengan pasangan calon nomor urut 2, Muhamad Idris-Imam Budi Hartono, yang diusung PKS, PPP, dan Demokrat.

Calon wakil wali kota Imam Budi Hartono mengatakan, jika terpilih, pasangan Idris-Imam akan menyiapkan peraturan daerah untuk pengamanan lahan pertanian. Dalam rencana tata ruang wilayah sementara untuk lahan tidur, jika itu milik pemerintah, akan diaktivasi dengan dana Rp5 miliar per kelurahan.

"Salah satunya ada untuk urban farming. Jika itu milik swasta, akan kami sewa atau bagi hasil sementara untuk urban farming di Kota Depok yang memang tumbuh pesat," kata Imam, Rabu (2/12).

Dia mencontohkan petani yang berhasil membuat ekonomi Kota Depok tumbuh pesat. Seorang petani Kota Depok telah berhasil panen belimbing dan alpukat.

"Alpukat dan belimbing membuat ekonomi Kota Depok menjadi tumbuh," tutur Imam.

Imam juga membeberkan soal program 1.000 kios yang sudah banyak pendaftarnya. Dengan program ini warga Kota Depok dapat melaksanakan perdagangan melalui UMKM yang difasilitasi pemerintah.

Imam mengemukakan, sejak 2017 sampai 2020, telah mencetak 15.000 wirausaha dan mengembangkan sentra industri fesyen di Cipayung, Kota Depok. (X-3)

BERITA TERKAIT