30 November 2020, 01:30 WIB

Tancap Gas Jelang Pencoblosan di Karawang


Cikwan Suwandi | Pilkada

TINGGAL menghitung hari menuju 9 Desember 2020, tim kampanye pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang, Jawa Barat, kian gencar berupaya untuk mendulang suara masyarakat. Hasil survei internal maupun dari lembaga survei menjadi bahan evaluasi mereka guna memaksimalkan taktik dan strategi.

Hasil jajak pendapat lembaga survei Indikator menunjukkan, pasangan nomor urut 2 Cellica Nurrachadiana-Aep Syaepuloh jauh mengungguli rival-rivalnya dengan raihan 71%. Kendati demikian calon yang diusung Partai Demokrat, Golkar, PKS, dan Partai NasDem itu tak mau jemawa.

‘’Saya tidak ingin masuk perdebatan survei. Kita bekerja sama dengan Indikator sebagai lembaga survei yang profesional dan keilmuannya bisa dipertanggungjawabkan. Agustus merupakan survei kita yang terakhir dan kita akan melakukan kembali menjelang hari-hari akhir kampanye,’’ ungkap juru bicara tim kampanye Cellica-Aep, Dian Fahrud Jaman, pekan lalu.

Tak hanya hasil survei, menurut Dian yang juga Ketua DPD Partai NasDem Karawang, tim internal juga bekerja di tingkat desa untuk menghitung keunggulan dan kekurangan. Dari hasil itu, pihaknya menggerakkan dan meningkatkan strategi kampanye untuk mempertahankan suara. Juga untuk merebut suara di basis lawan dan swing voter sebesar 13% yang sebagian besar pemilih milenial dan pemilih pemula.

‘’Strateginya adalah menggencarkan sosialisasi tentang program kerja dan visi-misi kita. Kita menggiatkan kampanye kreatif dengan konten yang menarik di media sosial, merangkul milenial, mengembangkan program ekonomi kreatif. Kita juga menggunakan selebgram dan youtuber,’’ tutur Dian.

Untuk meraih suara di basis lawan, dia menyebutkan telah dilakukan kampanye secara masif dari pasangan calon, anggota legislatif, dan para tokoh partai pengusung maupun pendukung. Mereka bergerak bersama untuk menyapa dan memikat masyarakat. ‘’Kita maksimalkan waktu yang tersisa mulai dari tatap muka dengan para tokoh, kelompok masyarakat hingga komunitas.’’

Hal serupa dilakukan tim kampanye paslon nomor urut 1, Yesi Karya Lianti-Ahmad Adly Fairuz, Bambang Maryono. Pihaknya tak mau ketinggalan untuk tancap gas di waktu tersisa.

‘’Kami juga sudah memiliki hasil survei, namun kami sepakat hanya untuk konsumsi internal dan tidak perlu dipublikasikan. Dari hasil evaluasinya, kita memperkuat basis suara yang mana kita unggul dan merebut suara di basis rival. Kita bertugas untuk memastikan target menang itu menjadi nyata,’’ tandas Bambang.

ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

Sejumlah aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) mengarak wayang politik berkarakter calon bupati Karawang saat mengikuti aksi di Karawang, Jawa Barat, Kamis (19/11/2020). Aksi tersebut untuk mengedukasi masyarakat agar kritis dalam memilih pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada mendatang.


Ceruk milenial

Ketua DPD PAN Karawang itu mempertegas pihaknya akan merebut suara milenial yang cukup besar. Perebutan suara dari kelompok ini disebutnya mencapai 40% dan ia meyakini, sosok Adly Fairuz yang merupakan artis muda bisa mendongkraknya.

‘’Kami tahu di mana celah yang bisa kita ambil. Seperti Adly, dia merupakan representatif anak muda. Ia milenial dan daya jangkauannya juga sangat besar,’’ terang Bambang.

Beragam strategi pun telah dijalankan, salah satunya dengan mengoptimalkan kampanye melalui medsos. Di Instagram, pengikut Adly mencapai 1,6 juta orang dan dalam dua bulan kampanye bertambah 100 ribu follower. Belum lagi ditambah Yesi. ‘’Satu lagi, kita melakukan kampanye di medsos tanpa harus dibuat-buat, natural saja.’’

Sementara itu, Ahmad Zamakhsyari- Yusni Rinzani mengklaim, berdasarkan hasil survei, pihaknya unggul di 21 kecamatan.

Pasangan nomor urut 3 itu percaya diri bahwa hasil survei dari Indomatrik sangat memuaskan baik popularitas maupun elektabilitas. “Alhamdulillah, kami terus akan tingkatkan dan tentu selalu waspada,” ucap Ahmad.

Pakar komunikasi Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) Eka Yusup mengungkapkan, dari pengamatan di kampanye melalui medsos, pasangan Cellica-Aep jauh lebih kreatif. ‘’Yang paling aktif itu paslon nomor 2 dan nomor urut 3. Kalau dilihat yang lebih kreatif mengelola konten dan menarik itu nomor 2. Terlebih pengikut mereka di medsos juga sangat banyak, mereka terlihat punya tim khusus untuk mengelola medsos dengan sangat baik.’’ paparnya. (X-8)

Sumber: KPU/Tim Riset MI-NRC

 

BERITA TERKAIT