01 April 2022, 19:57 WIB

Pawai Obor, Simbol Kegembiraan Warga Sambut Ramadan di Palu  


M Taufan SP Bustan |

RATUSAN warga di Palu, Sulawesi Tengah, begitu antusias menggelar pawai obor, Kamis (31/3) malam. Simbol kegembiraan itu sebagai tanda menyambut bulan suci Ramadan 1443 hijriah. 

Penanggung Jawab Pawai Obor, Fadlun A Hamid mengatakan, kegiatan ini sejatinya setiap tahun dilaksanakan. Namun, karena pandemi, sejak 2020 hingga 2021, kegiatan untuk menyemarakkan syiar agama itu tidak digelar selama dua tahun berturut-turut.  

“Alhamdulillah tahun ini (2022) bisa kembali digelar pawai obor. Masyarakat sangat antusias melaksanakan kegiatan yang sudah lama dirindukan ini,” akunya seusai pelaksanaan pawai obor di Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara.  

Menurut Fadlun, peserta pawai obor terdiri dari anak sekolah tingkat sekolah dasar sampai tingkat sekolah lanjut, mahasiswa, dan remaja Islam masjid.  

“Dalam pawai obor, peserta berjalan mengikuti rute telah ditetapkan panitia mulai dari kantor camat Palu Utara sampai di Lapangan Labuan Baru di Kelurahan Mamboro,” ungkapnya.  

Dalam pawai, kata Fadlun, peserta melantunkan takbir dan sholawat. Dengan begitu insyaal Allah terlindung dan terhindar dari segala penyakit, khususnya Covid-19. 

“Olehnya kita sambut bulan puasa ini penuh kegembiraan dengan pawai obor,” ujarnya.  

Baca juga : Ganjar Genjot Vaksinasi Booster Jelang Ramadhan

Tidak hanya itu, untuk menambah semarak peserta yang baik barisannya selama pawai akan dinilai, untuk diumumkan serta diberikan hadiah pada malam peringatan Nuzulul Qur’an. 

Fadlun menambahkan, pawai obor ini juga bagian dari syiar agama, penanda iman seorang muslim. 

“Seorang muslim harus gembira menyambut datangnya bulan Ramadan,” imbuhnya.  

Camat Palu Utara Moh Azhar menambahkan, tidak menyangka peserta pawai membludak dari seperti diperkirakan. Hal ini juga mungkin bagian dari pelampiasan hal positif, karena sebelumnya segala aktivitas masyarakat dibatasi adanya Covid-19. 

Meski begitu  Azhar tetap mengingatkan peserta pawai untuk menerapkan protokol kesehatan dan tetap menjaga keamanan. 

“Alhamdulillah, adanya pawai obor ini juga ungkapnya, bisa menggerakkan perekonomian warga sekitar dengan menjual sebilah bambu obor dengan minyaknya dijual Rp5.000,” tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT