25 November 2022, 13:24 WIB

IPCC Resmikan Layanan Customer Care Station (CSS) di Tanjung Priok


mediaindonesia.com |

INDUSTRI otomotif mulai menunjukkan kebangkitkan setelah 2 tahun diterpa imbas pandemi covid-19.

Bersama dengan pulihanya sektor otomotif, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC Terminal Kendaraan) meresmikan layanan terbarunya bernama Customer Care Station (CSS) di kantor IPCC, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/11).

Direktur Komersial & Pengembangan Bisnis IPCC Terminal Kendaraan, Agus Hendrianto mengatakan CSS merupakan bentuk improvement dari IPCC Terminal Kendaraan terkait pelayanan yang memberikan keuntungan untuk konsumen dan juga perusahaan dalam mendukung sektor otomotif secara keseluruhan.

"Dengan layanan baru ini, nantinya proses ekspor maupun distribusi kendaraan dari IPCC Terminal Kendaraan berjalan sesuai yang diharapkan produsen mobil atau car maker," kata Agus dalam keterangan pers, Jumat (25/11)

Terlebih saat ini banyak produk baru yang telah diluncurkan oleh agen pemegang merek (APM), sehingga volume permintaan ekspor maupun domestik turut meningkat.

Baca juga: DFSK Gelar Pameran Akhir Tahun di Sejumlah Pusat Perbelanjaan

Dengan demikian dibutuhkan koordinasi yang terintegrasi dan cepat dalam merespon permasalan yang terjadi di pelabuhan laut.

"Motivasi kami, sekarang industri otomotif bergairah lagi, ekspor juga makin banyak dan produksi dan distribusi makin meningkat," ujarnya.

"Dari sisi terminal, volume akan menjadi tantangan kami. jangan sampai terjadi miss. Ini biasa, karena biasanya kerja makin tinggi, pressure makin tinggi, koordinasi kadang berantakan, di mana-mana organisiasi seperti itu. Langkah antisipasi kita adalah menghadirkan CSS,” terang Agus.

“Jadi akan ada koordinasi yang baik jika ditemukan masalah di lapangan. Ini bentuk pertanggungjawaban kami terhadap customer dan negara sebagai BUMN,” tambahnya.

Respons Produsen Mobil

Dibukanya CSS sebagai salah satu solusi memperlancar proses ekspor dan distribusi kendaraan mendapat sambutan baik dari pihak PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Keberadaan CSS di pelabuhan dinilai dapat mempercepat penyelesaian persoalan yang dapat menghambat pengiriman unit kendaraan ke luar negeri, sehingga akan mendorong peningkatan volume ekspor mobil dari Indonesia.

"Kalau kami dari car maker, ini sebagai upaya positif dari operator pelabuhan, terutama yang mensupport kami dalam melakukan ekspor unit vehicle ke luar negeri. Karena saat ini harus dapat merespon keinginan customer kami luar negeri dengan cepat,” kata Adhik Yoedi Poetranto, Logistics Chief TMMIN.

Adhik menambahkan, saat ini operator pelabuhan dituntut menyelesaikan permasalahan administrasi secara cepat. Dengan demikian persoalan yang mengganjal dapat diselesaikan dan diperbaiki secara terintegrasi.

“Di era terintegarsi seperti sekarang ini, respon terhadap permasalahan yang ada, value chain, di pelabuhan harus quick response yang bagus, jadi kedepannya semua dapat diperbaiki,” imbuhnya.

Dengan layanan yang tanggap dan menyatu, menurut Adhik akan memberikan dampak positif bagi kemampuan ekspor Indonesia dan bisa menghindari ketidakpuasan konsumen di negara tujuan ekspor.

“Kami melihat IPCC sudah berupaya dengan baik melalui fasilitas baru ini yang dapat memberikan quick response. Ini ujung-ujungnya akan membuat kemampuan eskpor dan kompetitif produk kita sesuai keinginan luar negeri,” tukasnya. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT