01 November 2022, 09:30 WIB

Mengenal Mesin SOHC, Kelebihan dan Kekurangan


Meilani Teniwut |

DI kendaraan roda empat, Anda kerap mendengar istilah SOHC. Biasanya, SOHC yang dipakai kerap dikaitkan dengan performa mesin. Lantas apakah yang dimaksud dengan SOHC? 

SOHC adalah singkatan dari Single OverHead Camshaft yaitu mesin yang menggunakan satu Camshaft atau yang bisa dikenal dengan noken as, jadi setiap silinder terdapat satu noken as dengan 2 katup, yaitu katup isap (intake valves) yang mempunyai fungsi sebagai menghisap campuran udara dan bahan bakar kedalam ruang bakar dan katup buang (exhaust valves) yang berfungsi sebagai mengisap sisa pembakaran ke knalpot.

Secara umum, OHC merupakan rangkaian katup memanfaatkan camshaft yang terdapat pada kepala silinder supaya katup bisa tertekan. Tidak ada sistem yang melalui pushrod seperti sistem pertama. 

Baca juga: Kenali Perbedaan Oli Sintetik dan Oli Mesin Mobil Mineral

Masing-masing silinder hanya terdapat satu camshaft dan memiliki dua katup. Performanya sendiri dianggap lebih baik sehingga lebih sering digunakan. Karena tidak terlalu banyak komponen penghubung yang digunakan. 

Bisa dikatakan bahwa mekanisme ini akan lebih baik karena alasan tersebut dan saat kendaraan berkecepatan tinggi kinerjanya juga lebih bagus. Cara kerjanya sendiri dimulai dari rantai penggerak. 

Cara Kerja SOHC

Pada tipe ini, batang penekan tidak ada, sehingga gerakan balik dapat dinetralisir. Posisi cam berada di atas silinder yaitu di tengahnya, cam digerakkan oleh rantai penggerak yang langsung memutar cam sehingga cam menekan rocker arm. 

Poros cam berfungsi untuk menggerakkan katup masuk (IN) dan katup buang (EX), agar membuka dan menutup sesuai dengan proses yang terjadi dalam ruang bakar mesin. 

Tipe ini komponennya sedikit sehingga pada putaran tinggi tetap stabil. Disebut single over head camshaft karena hanya menggunakan satu cam pada desainnya. Atau SOHC adalah system poros tunggal di kepala silinder.

Kelebihan SOHC 

Performa mesin: Dalam hal ini, SOHC memiliki performa mesin yang lebih ringan karena hanya menggunakan satu camshaft saja.

Perawatan: Dengan perawatan dan biaya produksi yang lebih murah, tentu kendaraan dengan mesin ini memiliki harga yang cenderung lebih murah jika dibandingkan dengan kendaraan yang menggunakan DOHC.

Selain dari kelebihan tersebut, mesin SOHC  disebut memiliki kelebihan tersendiri dimana SOHC lebih bertenaga di putaran renda.

 SOHC memiliki keunggulan pada putaran bawah, untuk memberikan tenaga mesin yang optimal pada putaran atas membenamkan teknologi VVA dengan membuka klep high-rpm saat mesin berputar diatas 7.400 rpm. 

Tidak heran tenaga maksimal yang bisa dikeluarkan motor sport 150 cc Yamaha mampu di angka 19,1 tenaga kuda pada 10.000 rpm didukung torsi maksimal 14,7 Nm pada 8.500 rpm.

Bila dibandingkan dengan DOHC, secara sederhana SOHC dapat digambarkan memiliki satu buah Camshaft yang berfungsi untuk mengatur buka tutup katup atau klep sesuai dengan putaran mesin. Sedangkan DOHC memiliki dua buah Camshaft di Head Cylindernya untuk mengatur buka tutup klep.

Untuk mesin SOHC memiliki keuntungan yaitu beban putaran mesinnya lebih ringan terutama di RPM rendah karena hanya menggerakkan satu Camshaft. Berbeda dengan DOHC yang harus menggerakkan dua camshaft saat RPM rendah. Itulah kenapa karakter akselerasi SOHC lebih disukai untuk berkendara di dalam kota karena memaksa gaya berkendara menjadi tipikal stop and go. (OL-1)

BERITA TERKAIT