19 August 2022, 11:29 WIB

WIMT 2022 Riders Tuntas Jelajahi Lima Negara


mediaindonesia.com |

JELANG hari ulang tahun (HUT) ke-77 RI, Wonderful Indonesia Motorbike Touring (WIMT) 2022 Riders akhirnya sukses menuntaskan kegiatan touring lintas negara yang diselenggarakan Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan diinisiasi oleh Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Demokratik Laos HE Pratito Soeharyo.

Tim Wonderful Indonesia Motorbike Touring 2022 telah menyelesaikan perjalanan sejauh 4.300 kilometer menempuh lima negara yakni Malaysia, Thailand, Kamboja, Laos, dan Vietnam.

Perjalanan yang diikuti 25 rider Indonesia ini diselesaikan dalam 16 hari, mulai 18 Juli hingga 2 Agustus 2022. Hal ini tentu membawa kebanggaan bagi biker Indonesia.

"Kegiatan touring lintas negara ini WIMT 2022 merupakan lanjutan dari kegiatan sejenis yang telah sukses diselenggarakan IMI pada 2019 lalu menjadi sarana touring diplomasi yang efektif dalam menduniakan Indonesia melalui otomotif," ujar Ketua IMI Bambang Soesatyo.

Direktur IMI Mobilitas Sepeda Motor, Joel D Mastana, didaulat menjadi ketua penyelenggara kegiatan yang dimulai sejak 2019 dan baru dilanjutkan pada 2022 karena pandemi covid-19.

"Syukurlah, tahun ini kami dapat meneruskan mengadakan WIMT yang kedua dengan misi mempromosikan pariwisata dan produk otomotif UMKM Indonesia ke dunia internasional serta menjalin silaturahmi dengan komunitas sepeda motor internasional," kata Joel dalam keterangannya, Kamis (18/8).

Selain mempromosikan sejumah pariwisata Tanah Air, lanjut dia, kegiatan WIMT 2022 juga memperkenalkan penggunaan Carnet De Passages En Douane (CPD) yaitu semacam paspor mobil atau motor yang penting untuk berkendara melintasi berbagai negara penerima Carnet.

"Indonesia melalui IMI merupakan salah satu negara yang dapat mengeluarkan Carnet," papar Joel.

Kegiatan touring lintas negara dengan tagline 'Otomotif Indonesia mendunia' ini dilaksanakan bekerja sama dengan Anpreso Internasional, dengan Ketua Pelaksana Bernard Santony.


Baca juga: Nuansa Merah Putih Hiasi Gelaran GIIAS 2022


"Kami bangga dapat ikut mempersiapkan WIMT 2022. Kegiatan ini menunjukkan bahwa biker Indonesia terlatih dengan baik dalam berkendara sehingga dapat menuntaskan perjalanan lebih dari 4.000 km tanpa kesulitan berarti, serta menunjukkan kepedulian biker Indonesia terhadap pariwisata dan UMKM otomotif di Tanah Air," kata Bernard, yang juga adalah seorang biker senior.

Salah satu keunikan dari WIMT 2022 ialah 25 biker peserta menggunakan motor yang berbeda, yaitu Harley-Davidson, Triumph Motorcycles, Victory Motorcyces, Ducati, Honda, Kawasaki, Royal Enfield, dan BMW.

"Hal ini mungkin dapat menjadi tantangan, namun ternyata justru menunjukkan kemampuan riding para peserta yang mumpuni dan telah sering mengikuti safety riding, sehingga para biker Indonesia dapat menuntaskan touring di medan yang bervariasi, dengan menerapkan manajemen touring yang tepat," jelas Bernard.

Pasalnya, perjalanan ini melewati area dengan kontur maupun kondisi yang berbeda-beda. Misalnya, perjalanan di Malaysia relatif lebih banyak dilalui di highway atau jalan tol yang membelah bagian utara dan selatan Malaysia. Para biker dapat menikmati akses jalan tol gratis dengan kondisi jalan yang mulus.

Tanpa banyak kesulitan, para biker pun menyelesaikan touring di Malaysia, untuk memasuki Kota Hatyai, Thailand, melalui Sadao International Border.

"Walau secara persentase lebih banyak jalan mulus, namun dalam touring kali ini terdapat medan yang menantang, misalnya ketika memasuki perbatasan antara Kamboja dan Laos, serta perbatasan Laos dan Vietnam. Di sini banyak jalur masih berupa jalan tanah dan gravel atau bebatuan. Selain itu, temperatur di negara Asia ini cukup panas bahkan jika dibandingkan dengan Indonesia. Di beberapa tempat suhu udara mencapai 38 derajat Celcius dengan sinar matahari terik," kisah Bernard.

Pujian ternyata juga dilontarkan oleh para biker luar negeri. Salah satunya adalah Ketua Hanoi Motorbike Club, Tran Anh Tuan, yang menyatakan kekagumannya atas kemampuan berkendara para biker WIMT 2022 saat melewati perbatasan Vietnam-Laos. Perbatasan di ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut ini memiliki trek sulit sepanjang 30 km yaitu jalan berupa tanah dan gravel ditambah sedang ada pembangunan jalan. (RO/OL-16)

BERITA TERKAIT