10 August 2022, 20:09 WIB

TAM Serahkan 143 Unit Mobil Listrik Lexus UX-300e untuk KTT G20


RO |

PEMERINTAH Indonesia melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto secara resmi menunjuk PT Toyota-Astra Motor (TAM) sebagai salah satu Official Car Partner untuk mendukung mobilitas para peserta pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Mendukung penuh kebutuhan mobilitas pertemuan berskala internasional ini, TAM menghadirkan kendaraan premium Lexus UX-300e berteknologi Battery Electric Vehicle (BEV) sebagai bagian kendaraan resmi untuk anggota delegasi dari berbagai negara.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia telah menunjuk Toyota menjadi salah satu Official Car Partner dalam Presidensi G20. Merupakan sebuah kebanggan bagi kami dapat berpartisipasi aktif untuk mensukseskan event berskala internasional ini. Pemilihan Lexus UX-300e merupakan bagian dari strategi global dan bentuk komitmen Toyota Group menghadirkan pengalaman mobilitas terbaik bagi para delegasi,” ungkap Vice President TAM Henry Tanoto dalam acara serah terima 143 unit Lexus UX-300e kepada Airlangga Hartarto di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (10/8)

Dalam upaya menudukung pemerintah menuju Netralitas Karbon di Indonesia, Toyota menerapkan strategi multiple pathways, yaitu dengan menyajikan berbagai pilihan teknologi elektrifikasi yang lengkap mulai dari Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV) untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang beragam. 

"Kami sengaja memberikan beragam pilihan kendaraan elektrifikasi, agar masyarakat bisa memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhannya, sehingga semakin banyak lapisan masyarakat yang bisa berkontribusi dalam mengurangi emisi," jelas Henry dalam kesempatan terpisah.

Sejak 2009, TAM telah menghadirkan kendaraan elektrfikasi di pasar Indonesia melalui Toyota Prius, dan saat ini tidak kurang dari 11 line-up kendaraan elektrifikasi yang telah TAM hadirkan di Indonesia dengan total sebanyak lebih dari 6.600 unit yang terhitung hingga akhir Juli 2022 lalu. Sedangkan dalam skala global, Toyota dan Lexus hingga saat ini telah menjual lebih dari 20 juta unit model elektrifikasi di seluruh dunia, membantu mengurangi emisi CO2 hingga lebih dari 160 juta metrik ton.

Sebagai perusahaan mobilitas, TAM berkomitmen mendukung penuh Pemerintah Indonesia untuk mencapai target zero emission pada 2060. TAM terus meningkatkan sosialisasi penggunaan kendaraan elektrifikasi salah satunya dengan melakukan proyek percontohan ekosistem kendaraan elektrifikasi (EV Smart Mobility) di Bali dan Toba untuk memberi akses sekaligus mempromosikan teknologi pada kendaraan elektrifikasi kepada masyarakat luas, termasuk turis lokal dan mancanegara.

Melalui EV Smart Mobility di Bali dan Toba juga diharapkan berdampak positif terhadap upaya pemerintah mengembangkan Eco-Tourism. EV Smart Mobility juga akan menciptakan daya tarik baru bagi para wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman Eco-Tourism sehingga dapat berpartisipasi mendukung pemerintah dalam memulihkan dan mempromosikan 5 destinasi wisata super prioritas di Indonesia.

Selain meningkatkan popularisasi kendaraan elektrfikasi di pasar mobil nasional, dalam rangka pencapaian target netralitas karbon, TAM juga terus meningkatkan standar emisi line-up yang berbasis Internal Combustion Engine (ICE) ke standar Euro4, baik untuk model bensin maupun diesel. Dengan pilihan teknologi elektrifikasi yang beragam dan lengkap serta teknologi ICE yang rendah emisi, Toyota berharap bisa membantu lebih banyak lagi masyarakat untuk dapat berkontribusi dalam pengurangan level emisi di Indonesia, sejalan dengan selalu memastikan 'Mobility for All' di mana 'no one is left behind'.

“Ke depan, kami berkomitmen untuk lebih jauh lagi menyediakan pilihan elektrifikasi untuk semua, baik Hybrid EV, Plug-In Hybrid EV dan Battery EV melalui brand Toyota dan Lexus, dan untuk lebih jauh memberikan kesempatan masuk ke pilihan elektrifikasi, mulai tahun ini kami akan masuk ke model Elektrifikasi yang akan diproduksi di domestik sehingga harapannya mobilitas elektrifikasi ini akan semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tutup Henry. (S-4)

BERITA TERKAIT