20 May 2022, 15:31 WIB

Kendaraan Listrik Otonom Pertama Hadir di Indonesia, Warga Dapat Coba Gratis


Mediaindonesia.com | Otomotif

ADA yang menarik di kawasan Q Big BSD City. Pasalnya, hadir kendaraan listrik otonom pertama di Indonesia. Kendaraan ini tentu tidak memakai bahan bakar minyak (BBM) atau ramah lingkungan dan tanpa pengemudi alias dapat berjalan sendiri. Yang asik, tiap warga boleh menjajalnya dengan gratis.

Pada peresmian uji coba kendaraan listrik otonom asal Prancis itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama dengan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Bambang Susantono, Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Dhony Rahajoe, Asisten Perekonomian Setda Provinsi Banten Muhamad Yusuf, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Kuasa Usaha Ad-Interm Kedutaan Besar Jepang Masami Tamura, Kepala Perwakilan Mitsubishi Corporation Jakarta Office Takuji Konzo, Group CEO Sinar Mas Land Michael Widjaja, dan sejumlah pihak lain secara bergantian berkesempatan merasakan kecanggihannya di Q Big BSD pada Jumat (20/5).

Kendaraan otonom itu mengandalkan sensor untuk berjalan dan berhenti. Ketika sensornya mendeteksi ada orang atau benda lain yang sangat dekat, kendaraan otomatis berhenti. Kendaraan bernama Navya Arma memiliki penggerak listrik dan battery pack berkapasitas 33 kWh yang dapat bertahan selama sembilan jam. Kendaraan listrik itu berdimensi 4,7 m x 2,1 m dengan kapasitas penumpang 15 orang dengan formasi 11 duduk dan 4 berdiri.

Arma dilengkapi dengan beragam sensor mulai dari pemanfaatan GPS (Global Positioning System), sensor Lidar (Light Radar) yang digabungkan dengan kamera resolusi tinggi untuk big data analysis, kemudian akan diproses oleh komputer yang memiliki spesifikasi tinggi tertanam di mobil. Transportasi listrik tanpa awak ini punya kemampuan akselerasi, navigasi, hingga dapat mendeteksi kondisi lingkungan di sekitarnya, termasuk menghindari halangan dan melakukan pemberhentian secara otonom.

Kehadiran autonomous electric vehicles (AV) itu berkat kolaborasi Sinar Mas Land bersama Mitsubishi Corporation demi mentransformasi BSD City sebagai integrated smart digital city. Masyarakat umum dapat mencoba kendaraan listrik otonom ini dengan terlebih dahulu melakukan pendaftaran dan mengisi survei sebelum dan sesudah menikmati kendaraan, melalui aplikasi OneSmile.

Kemudahan akses transportasi dan mobilitas di BSD City akan menjadi kelebihan yang ditawarkan oleh Sinar Mas Land kepada warga. Kesediaan BSD City sebagai pusat riset teknologi digital dan inovasi transportasi juga diakui oleh sejumlah perusahaan teknologi multinasional seperti Apple Inc. melalui Apple Developer Academy, Amazon Web Services, hingga Grab dalam uji coba GrabWheels.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi upaya Sinar Mas Land dalam mengembangkan transportasi masa depan dalam kota pintar yang berkesinambungan di Tanah Air. "Terima kasih kepada Sinar Mas Land dan Mitsubishi Corporation yang sudah membuat proyek ini untuk menjadi inovasi yang baik untuk kita. Kehadiran AV menjawab solusi akan kendaraan yang rendah emisi karbon, mengurangi kemacetan, dan tepat waktu. Semoga teknologi ini pun bisa kita tunjukan saat G20 Summit sehingga mata dunia tau bahwa Indonesia punya visi masa depan dan membuat terobosan. Kami terus mendukung BSD City untuk menjadi labolatorium inovasi, dapat dicontoh oleh tempat-tempat lain dan menghadirkan paradigma baru sesuai visi Presiden."

Pada kesempatan yang sama Chief Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land Irawan Harahap mengatakan untuk menjadi kota pintar terdepan, pihaknya menyiapkan BSD City untuk tanggap terhadap beragam alternatif solusi kehidupan masyarakat di masa depan. Ini membuat Research and Development menjadi salah satu agenda penting dalam transformasi BSD City sebagai integrated smart digital city. Keberadaan BSD City sebagai test bed untuk kendaraan listrik tanpa awak juga mewujudkan kesiapan kota mandiri ini untuk futuristic and green mobility.

Irawan menjelaskan lebih jauh bahwa akan ada dua kendaraan listrik otonom yang beroperasi di Q Big BSD City dan kawasan BSD Green Office Park. Meskipun bus itu diimpor dengan harga sekitar Rp56 miliar per unit, lanjut Irawan, banyak perusahaan nasional yang turut membangun sejumlah peralatan yang digunakan, terutama yang terkait keamanan seperti sensor. Uji coba itu akan berlangsung selama setahun. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT