26 January 2022, 23:55 WIB

Capai Pangsa Pasar 46,7% di 2021, Mitsubishi Fuso Patok target 48% di 2022


RO | Otomotif

Distributor resmi kendaraan niaga Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) di Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) mengumumkan pencapaian tahun lalu dalam acara Virtual Media Gathering 2022, Rabu (26/1). Dihadirlebih dari 100 media, acara ini juga dihadiri Presdir KTB yang baru , Nobukazu Tanaka, yang menggantikan Naoya 'Rocky' Takai per 1 Februari mendatang.

Pencapaian 2021

Tahun lalu KTB mencatatkan performa penjualan positif dengan perolehan pangsa pasar 46,7%. Berkat diperkenalkannya  solusi digital secara positif, seperti transaksi online di Tokopedia & Monotaro dan Sistem Runner Telematics yang jauh lebih baik, KTB berhasil mempertahankan posisi pemimpin pasarnya di segmen kendaraan komersial selama 51 tahun berturut-turut. 

Produk Medium Duty Truck (MDT) Fuso Fighter menunjukkan peningkatan pangsa pasar pada 2021 yang membuktikan truk ini telah berhasil diserap oleh publik. Setelah Fighter diperkenalkan pada tahun 2018, KTB terus menyesuaikan produk dan solusi termasuk layanan purna jualnya sesuai permintaan pelanggan.

Target 2022

Untuk di 2022 KTB menargetkan untuk meraih pangsa pasar 48%. KTB juga sudah siap memasarkan produk berstandar emisi Euro 4 dimana terdapat 29 varian baru yang disiapkan di tahun ini.

“Karena Euro4 baru bagi pelanggan, KTB siap mendukung pelanggan dengan solusi total: ketersediaan suku cadang dengan harga terjangkau, lebih banyak lokasi 2S Fleet Workshop, dan menambah operasi Mobile Workshop Service. Kami akan bekerja sama dengan pelanggan secara intensif untuk kesuksesan bisnis mereka yang berkelanjutan”, ujar Executive Vice President of Sales and Marketing Divisions  KTB Duljatmono.

Selain itu, KTB juga mengumumkan agenda terbaru terkait Electric Vehicle. KTB akan mengadakan pembuktian konsep (proof of concept) di Indonesia untuk mempelajari kebutuhan pelanggan secara akurat. Momen perkenalan yang sesungguhnya akan ditentukan berdasarkan kebutuhan pasar dan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah.

BERITA TERKAIT