17 October 2021, 10:19 WIB

Charger Mobil Listrik ABB Mampu Beri Tambahan 100 km dalam 3 Menit


mediaindonesia.com | Otomotif

DI dunia transportasi, mobil listrik bukanlah barang baru. Kendaraan bertenaga baterai ini sudah ada sejak lebih dari seabad lalu. Pendeknya jarak tempuh dan masalah lamanya pengisian ulang daya baterai menjadi hambatan utama sehingga popularitasnya kalah dengan mesin pembakaran internal. 

Baru dalam hitungan dekade terakhir ini, mobil listrik kembali dilirik berkat perkembangan teknologi kepadatan energi baterai. Namun masalah lamanya pengisian masih menjadi penghambat utama. Membatasi berapa lama kendaraan listrik yang kehabisan daya harus dicolok ke charger tentu akan sangat membantu.  

Perusahaan teknologi ABB (ASEA Brown Boveri) membuat terobosan di bidang ini dan mengumumkan solusi apa yang diklaim sebagai pengisi daya kendaraan listrik tercepat di dunia, yang mampu memberikan jangkauan 100 km dalam hitungan menit.

ABB Terra 360 digadang-gadang sebagai pengisi daya EV (kendaraan listrik) terkuat di dunia yang diposisikan sebagai solusi untuk Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), stasiun pengisian perkotaan, parkir ritel, dan armada kendaraan listrik komersial.

Charger ini memiliki deretan lampu LED yang dapat disesuaikan dan opsi layar displai LCD 27 inci yang memandu para pengguna melalui proses pengisian dan menampilkan status baterai mereka, dan menghitung mundur menit hingga pengisian selesai.

Menurut ABB pengisian tidak akan memakan waktu lama. Pasalnya, Terra 360 memiliki output maksimum 360 kW dan diklaim mampu mengisi penuh daya mobil listrik kurang dari 15 menit. Bahkan jika hanya untuk sekadar 'top up' yang diperlukan saat pengguna berhenti untuk menikmati makanan ringan, charger ini mampu memberikan tambahan jarak tempuh 100 km dengan hanya mencolok kurang dari tiga menit.

Desain Terra 360 sendiri sengaja dibuat menyerupai pompa bensin biasa dengan empat port dan kabel sepanjang lima meter yang memungkinkannya untuk mengisi empat kendaraan sekaligus, walaupun hal itu membuat waktu pengisiannya lebih lambat karena masing-masing hanya mendapat jatah 90 kW.

Masalah barunya kini ada pada kendaraan listriknya, karena tidak semua EV diciptakan mampu menangani power output sebesar itu. Padahal dengan semakin banyaknya model ultra-fast charging seperti ini di jalan-jalan tentu dapat mengurangi kecemasan terhadap keterbatasan jangkauan sekaligus meningkatkan daya tarik mobil listrik. 

BERITA TERKAIT